Sindir Ibas yang Salurkan 16 Ton Minyak Goreng, Ruhut Sitompul : Senjata Makan Tuan

Sindir Ibas yang Salurkan 16 Ton Minyak Goreng, Ruhut Sitompul : Senjata Makan Tuan

R
Cici Permatasari
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id – Jakarta – Kegiatan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas yang menyalurkan 16 ribu liter (16 ton) minyak goreng menjadi sorotan karena kondisi minyak saat ini tengah langka.

Salah satu yang menanggapi hal tersebut yaitu politisi Ruhut Sitompul. Ia mengatakan bahwa yang dilakukan ias seperti senjata makan tuan.

Ruhut juga mengumpakan hal yang dilakukan Ibas bagi seseorang yan memiliki keinginan memeluk gunung tapi tangannya tak sampai.

“Maksud hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai, ini senjata makan tuang emang mudah merebut dan memenangkan hati rakyat. Yang ada sekarang dituduh jadi penimbun minyak ha ha ha dijoroki kader-kadernya yang suka nyinyir, ngebacot memang perlu jam terbang,” tulis Ruhut pada postingan akun twitternya.

Sindir Ibas yang Salurkan 16 Ton Minyak Goreng, Ruhut Sitompul : Senjata Makan Tuan
Tangkapan Layar (twitter @ruhutsitompul)

Sebelumnya, saat berkunjung ke dapil di masa reses ini, kegiatan bagi-bagi minyak tersebut dilakukan. Ibas mengaku masih menemukan harga bahan pokok yang mahal termasuk minyak goreng.

“Ini adalah realistis kejadian yang kita temui di Kabupaten Ngawi ketika kami melakukan reses DPR RI. Kita serap aspirasi masyarakat tidak hanya dari pemberitaan, tapi kita melihat langsung di lapangan bahwa benar mereka merasa kesulitan dan mengeluhkan mahalnya harga kebutuhan pokok, seperti kedelai, Lombok (cabai), daging, dan yang paling gaduh adalah minyak goreng,” kata Ibas, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Minggu, 13 Maret 2022.

Ibas kemudian menjalankan usahanya, menjual 16 ribu liter minyak goreng ke masyarakat seharga Rp 11.500 per liter, sesuai dengan Harga Eceran Maksimum (HET) pemerintah.

Ibas terkejut dengan kenyataan bahwa kebijakan HET pemerintah tidak dijalankan dengan baik. Ia bahkan menemukan harga minyak masih Rp 90.000 per liter.

“Akan etapi, realitasnya masyarakat masih harus membeli minyak goreng dengan harga yang lebih dari itu, bisa sampai 20 ribu hingga 30 ribu, bahkan ada yang sampai 90 ribu per liter. Kenaikan harga bahan pokok ini tentu menyulitkan masyarakat,” ujarnya.

Anggota Komisi VI DPR itu mendorong pemerintah pusat dan daerah hingga dinas terkait tanggap mengani kelangkaan minyak tanah ini. Dia memastikan akan terus menyalurkan aspirasi masyarakat kepada pemerintah agar persoalan minyak goreng menemukan solusi.

“Saya menyambut baik atas segala aksi nyata para produsen, pemerintah pusat dan daerah dalam menyikapi tantangan ini. Kami sebagai wakil rakyat akan terus menyampaikan aspirasi ini ke pemerintah untuk dicarikan solusi cepat dan terbaiknya,” tutur Ibas.

Kegiatan itu kemudian heboh di media sosial Twitter. Banyak netizen yang mempertanyakan dari mana Ibas mendapatkan 16 ton minyak goreng yang disalurkan dengan harga subsidi itu.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.