Sindir Keras Haikal Hassan Soal Laskar FPI, Muannas: Masa Rasulullah Dampingi Orang yang Melawan Negara

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Muannas Alaidid menyindir Sekjen HRS Center Haikal Hassan yang pernah menyebut enam laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas ditembak aparat mati syahid bersama Rasulullah SAW.

Sindiran tersebut dilontarkan Muannas menanggapi temuan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang mengungkapkan keenam laskar FPI itu tertawa usai berhasil mengelabui aparat.

Lewat cuitannya di Twitter, Minggu 17 Januari 2021, Muannas mengaku heran dengan pernyataan yang disampaikan Haikal Hassan tersebut saat pemakaman keenam laskar FPI yang meninggal lantaran melawan aparat negara.

“Makanya melawan aparat negara begini kok katanya haikal dianggap syahid, syuhada & matinya bersama rasulullah,” cuit Muannas Alaidid.

Mungkin Anda menyukai ini:

Oleh karenanya, ia menegaskan pernyataan Haikal Hassan yang menyebut keenam laskar FPI itu mati syahid dan rohnya didampingi Rasulullah SAW adalah bohong.

Baca Juga: Aktivis NU: Sejak FPI Tidak Ada, PKI Juga Tidak Ada

“Bohong dia, masa rasulullah dampingi orang yang melawan negara?,” tegasnya.

Dalam cuitannya itu, Muannas juga membagikan sebuah link artikel pemberitaan berjudul “Komnas HAM: Laskar FPI Pengawal Rizieq Tertawa Bisa Kelabui Polisi” yang dimuat situs Gelora.co pada Minggu 17 Januari 2021.

Isi artikel pemberitaan itu menyebutkan bahwa Komnas HAM mengatakan enam laskar FPI khusus pengawal Habib Rizieq Shihab sempat tertawa saat merasa berhasil mengelabui anggota polisi yang tengah melakukan pengintaian di Tol Jakarta-Cikampek.

Baca Juga: Munarman Sebut Ada Makhluk Alergi FPI karena Kebodohan dan Kedunguan,...

Mereka juga disebut telah melakukan provokasi terhadap anggota polisi sebelum akhirnya tewas tertembak.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dalam diskusi bertajuk ‘Di Balik Serangan Balik Laskar FPI Dan Blokir Rekening’.

Damanik mengatakan, hal itu merujuk pada rekmanan suara atau voice note percakapan enam laskar khusus pengawal Habib Rizieq.

“Mereka tertawa-tawa bahwa mereka sudah bisa mengakali polisi,” kata Damanik.

Selain tertawa, dari rekaman suara itu diketahui pula enam laskar FPI pengawal Habib Rizieq mencoba melakukan provokasi. Salahnya yakni berupaya menubruk kendaraan milik anggota polisi.

“Setelah itu baru ada tembakan-tembakan itu yang menyebabkan dua orang tewas,” ujar Damanik.

Dalam artikel pemberitaan yang dibagikan Muannas tersebut, Damanik juga mengungkapkan bahwa kasus kematian dua laskar pengawal Habib Rizieq ini Komnas HAM tidak mengategorikan sebagai bentuk pelanggaran HAM. Sebab, kematian itu dipicu adanya tembak menembak antara kedua belah pihak.

“Polisi tentu punya diskresi untuk melakukan tindakan seperti itu karena ada pihak lain yang melakukan provokasi dan tembakan,” ujarnya.

Bagikan