Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar mengomentari soal jumlah kader Partai Gerindra yang menjabat di jajaran komisaris PT Teknologi Militer Indonesia (TMI).
Denny menyoroti jawaban Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto bahwa hal itu merupakan sebuah kebetulan semata.
Denny menyindir bahwa jika itu memang sebuah kebetulan, maka tidak seharusnya sampai tiga kader yang menjabat.
“Oh cuma kebetulan. Berarti gak disengaja. Tapi kok ada 3 orang,” katanya melalui akun Twitter Dennysiregar7 pada Jumat, 4 Juni 2021.
Sebelumnya, Prabowo Subianto menghadiri rapat kerja bersama Komisi I DPR RI pada Rabu, 2 Juni 2021.
- Presiden Prabowo Subianto Serahkan Satyalancana Wira Karya ke Gubernur Sulsel
- Cek Kesehatan Gratis Tembus 70 Juta Peserta, Kemenkes Apresiasi Partisipasi Masyarakat dan Dedikasi Nakes
- Dua Guru Lutra Akhirnya Dapat Rehabilitasi dari Presiden Prabowo, Gubernur Sulsel: Alhamdulillah
- Diluncurkan Presiden Prabowo, BSI Jadi Bank Emas Syariah Pertama di Indonesia
- Dukung Program Swasembada Pangan Presiden Prabowo, Kapolri-Panglima TNI Luncurkan Gugus Tugas Polri
Sebagian isi rapat ini kemudian diceritakan oleh anggota Komisi I DPR RI, Effendi Simbolon.
Kata Effendi, Prabowo Subianto menjelaskan bahwa adanya empat kader Gerindra yang menjabat di TMI hanyalah sebuah kebetulan.
Katanya, Prabowo juga menjelaskan bahwa para kader Gerindra ini menjabat sebagai petinggi PT TMI karena latar belakang mereka sebagai pensiunan militer dan pakar.
“Kita konfirmasi juga, ini apakah ini hanya ada kepentingan partai tertentu ada kolega kedekatan, beliau bilang enggak, ini kebetulan saja mereka pensiunan para pakar. Jadi enggak ada kaitan,” ujar Effendi pada Rabu, 2 Juni 2021.
Dikutip dari Tempo, empat kader Gerindra yang tercatat sebagai petinggi PT TMI, yakni Glenny Kairupan, Yudi Magio Yusuf, Prasetyo Hadi, dan Angga Raka Prabowo.
Menurut Merdekacom, Glenny menjabat sebagai Ketua Komisaris, sementara tiga lainnya sebagai Anggota Komisaris.
Sebagai catatan, PT TMI adalah perusahaan yang menjadi konsultan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dalam pengadaan alutsista.
Hal ini seperti tercantum dalam rancangan Perpres Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia Tahun 2020-2024 (Alpalhankam).
Dilansir dari Tempo, PT TMI menjadi sorotan seiring dengan rencana Kemhan membeli alutsista senilai US$ 124 miliar atau setara dengan Rp 1.670 triliun.
Disebutkan bahwa anggaran itu akan dihabiskan dalam waktu tiga tahun mendatang atau pada 2024.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
