Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah menanggapi politisi Partai Demokrat, Susilawati yang sempat mengaku sebagai komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perempuan pertama.
Ia melaporkan kepada KPK dan Menteri Kordinator Politik, Hukum, Keamanan (Menko Polhukam), Mohammad Mahfud MD bahwa ada kader Agus Harimurti Yudhoyono yang mengaku-aku.
“Kamu Susilawati ngaku pernah jadi sebagai komisioner KPK perempuan pertama, 2010? Kenapa saya ga pernah dengar ya?” kata Chusnul Chotimah melalui akun Twitter pribadinya pada Jumat, 8 April 2022.
“KPK RI, Prof Moh Mahfud MD, ada kader Agus Yudhoyono yang ngaku-ngaku ini, apakah ini bukan penipuan? Orang ini pernah sebar hoax, apa ini ga mencoreng nama KPK RI?” sambungnya.
Adapun sebelumnya, Susilawati sudah melarat pengakuannya bahwa ia adalah komisioner perempuan pertama Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.
- Heboh! Dr. Susilawati Sebut Ketum Parpol Bisa Kendalikan Gubernur sampai Presiden, Chusnul: Jadi Korupsi Diatur Parpol?
- Sebut SBY 'Bapak Anti Korupsi', Susilawati Demokrat: Tegak Lurus Jalankan Komitmen Hukum dalam Berantas Korupsi
- 'Diserang' Usai Mengaku sebagai Komisioner KPK Perempuan Pertama, Susilawati Demokrat Ralat: Calon Komisioner
- 'Diserang' Usai Mengaku sebagai Komisioner Perempuan Pertama KPK, Susilawati Demokrat Ralat: Calon Komisioner
- Susilawati Demokrat: Orang-Orang Berpikir Ilmiah Dinistakan, Orang-Orang Tidak Ilmiah Dicintai, Bagaimana Mau Maju Negeri Tercinta?
Usai ramai diserang netizen dan berbagai pihak, Susilawati mengatakan bahwa yang ia maksud adalah ia pernah menjadi calon komisioner KPK.
Adapun pengakuan sebagai komisioner perempuan pertama KPK ia sampaikan pada Kamis, 7 April 2022, pukul 12:09 waktu setempat.
Dalam cuitannya, Susilawati menyebutkan beberapa “kebiasaan-kebiasaan yang dianggap tabu bagi perempuan dalam lingkup nasional yang diperjuangkan”.
“- Kader perempuan Demokrat pertama ikut dik Lemhannas, 2007. – Sebagai komisioner KPK perempuan pertama, 2010. Mencalonkan gubernur perempuan pertama Sumut, 2017,” kata Susilawati.
“ – Politisi perempuan Demokrat pertama aktif menulis, 2020 hingga sekaran. – As personal Mendobrak agar CSR2 dapat disalurkan langsung pada mereka yang kesulitan/jatuh miskin,” sambungnya.
“Insya Allah menginspirasi dan bermanfaat bagi negriku,” katanya lagi.
Dalam cuitannya yang lain, Susilawati bahkan mengaku bahwa pada tahun 2010 tersebut, baru pertama kali ada komisioner perempuan pertama KPK.
Ia mengaku berjuang bersama Basaria Pandjaitan. Dilansir dari Merdeka, Basaria Pandjaitan merupakan perempuan pertama yang terpilih sebagai Komisioner KPK, yakni pada tahun 2015.
“Alhamdulillah, di tahun itu pertama kali ada komisioner perempuan KPK, teman seperjuangan Ibu Basaria Panjaitan,” kata Susilawati.
Sontak, pengakuan Susilawati menuai sindiran dari berbagai pihak. Salah satunya dari Direktur Pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung, Profesor YL Henuk.
Profesor YL Henuk menyebut Susilawati “Doctor Hoax” sebab menurutnya, politisi Demokrat ini tidak pernah terdaftar sebagai komisioner KPK tahun 2010.
Selain itu, banyak pula netizen yang melontarkan sindiran-sindiran kepada Susilawati atas pengakuannya tersebut.
Lalu, pada Jumat, 8 April 2022, Susilawati meralat ucapannya dan menyebut bahwa ia adalah calon komisioner KPK.
“Sebagai calon komisioner*,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
