Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar menyinggung soal kelompok garis keras di masa kepemimpinan Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Denny menilai bahwa kelompok garis keras di era SBY selalu dirangkul hingga membesar dan akhirnya siap menerkam.
Hal tersebut disampaikan Denny Siregar melalui cuitannya di Twitter Dennysiregar7 pada Minggu, 22 Agustus 2021.
Awalnya, ia menyinggung soal mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) yang mendukung kekuasaan Taliban di Afghanistan.
“Banyak politisi di sini, modelnya seperti Pak JK. Mereka ingin rangkul para garis keras, dengan harapan orang-orang itu bisa berubah,” katanya.
- Program Hafalan Juz 30 Pemprov Sulsel Dapat Kritik Denny Siregar: Diketawain Sama China
- Denny Siregar Prediksi Prabowo Subianto Akan Gandeng Gibran Rakabuming Sebagai Cawapres
- Polisi Tak Temukan Proyektil Penembakan Bahar Smith, Denny Siregar: Drama Zonk
- Prediksi Denny Siregar: Pilpres 2024 Hanya Ganjar Vs Prabowo, Anies Makin Lemah
- Denny Siregar: Mau Ibadah Natal Aja Susah, Nabi Pasti Nangis!
Namun, menurut Denny, pemikiran para politisi bahwa kelompok garis keras itu bisa berubah selalu salah.
“Di masa SBY, kelompok ini dirangkul terus dan membesar, hingga akhirnya siap terkam kita,” ungkap Denny.
“Binatang buas tempatnya di ragunan, bukan di rumah,” tambahnya.
Dalam cuitannya yang lain, Denny juga menyinggung dua negara yang memiliki pendekatan berbeda dalam merangkul suatu kelompok.
Pertama, yaitu Amerika Serikat (AS) yang menurutnya merangkul dengan pendekatan penjajahan dan pecah belah.
Kedua, Cina yang menurutnya bagus sebab merangkul dengan pendekatan ekonomi.
“Lucunya, cara merangkul politisi disini itu meniru Amerika. Kadrun dirangkul untuk dimanfaatkan secara politis. Ya, mereka juga akhirnya memanfaatkan para politisi itu secara politis juga,” jelasnya.
Denny menyinggung bahwa para politisi Indonesia harusnya meniru Cina yang merangkul dengan cara memberi manfaat ekonomi.
“Sibukkan mereka dengan kerjaan, bukan dengan agama,” kata Host Cokro TV itu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
