Program DP 0 Rupiah Anies Tersangkut Kasus Korupsi, Denny: Lanjut Formula E

Terkini.id, Jakarta – Program rumah murah dengan DP 0 rupiah yang digalakkan Pemprov DKI Jakarta tengah berurusan dengan KPK. Empat orang ditetapkan tersangka oleh KPK.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rupanya sudah lama menyidik perkara dugaan korupsi pembelian tanah untuk Program DP 0 Rupiah Pemprov DKI oleh BUMD DKI Jakarta.

Tanah tersebut terdapat di beberapa lokasi. Dari 9 objek pembelian tanah yang diduga di markup, salah satunya yakni pembelian tanah seluas 41.921 m2 yang berada di kawasan Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kotamadya Jakarta Timur, Tahun 2019.

Baca Juga: Denny Siregar ke Hehamahua: Firaun Suka Jualan Mayat, Kayak Anda

Mengutip dari Jawaposcom, dalam proses penyidikan sengkarut tanah ini, penyidik lembaga anti rasuah telah menetapkan empat pihak sebagai tersangka. 

Mereka antara lain, YC selaku Dirut PSJ, AR dan TA . Selain itu, penyidik juga menetapkan PT. AP selaku penjual tanah sebagai tersangka kasus yang terindikasi merugikan keuangan negara senilai Rp 100 miliar.

Baca Juga: Sindir Abdullah Hehamahua, Denny Siregar: Firaun itu yang Suka Jualan...

Indikasi kerugian negara sebesar Rp 100 miliar, terjadi karena ada selisih harga tanah Rp 5.200.000 per m2 dengan total pembelian Rp 217.989.200.000. Sementara dari total 9 kasus pembelian tanah yang dilaporkan ke KPK, terindikasi merugikan keuangan negara sekitar Rp 1 triliun.

Atas perbuatannya, keempat pihak ini disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Uu No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi, sebagaiman diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 55 ayat(1) ke-1 KUHP.

Terkait sengkarut kasus markup pembelian tanah ini, penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di sejumlah tempat. Di antaranya di rumah YC dan kantor pusat PSJ. Penggeledahan dilakukan pada Rabu (3/3) kemarin.

Baca Juga: Denny Siregar: Kelompok Radikal sudah Lama Susupi BUMN, Sembunyi di...

Terpisah, dikonfirmasi terkait adanya kasus ini, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, hingga sejumlah pimpinan KPK belum merespons konfirmasi yang dilayangkan JawaPos.com. Demikian juga dengan YC selaku Dirut PSJ.

Terpisah, Kepala Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta Yayan Yuhanah enggan menanggapi perihal adanya perkara dugaan korupsi di lingkungannya, karena sudah masuk tahap penyidikan.

“Tidak ada tanggapan karena sudah masuk ranahnya APH, jadi kita ikuti saja prosesnya,” ucapnya.

Denny Siregar: Selanjutnya Formula E

Penggiat media sosial, Denny Siregar ikut mengapresiasi langkah Komisi Pemberantasan Korupsi dalam penyidikan kasus tersebut.

” Nah keren @KPK_RI lumayan lah tangkapan 100 miliar di DKI untuk program rumah DP 0 rupiah,

Lanjut Formula E ?” tulis Denny.

Terkait formula E, isu ini seringkali digaungkan Denny lantaran ada potensi kerugian negara dalam ajang kompetisi balap tersebut.

Untuk diketahui, pada Desember 2019 dan Februari 2020, Pemprov DKI mencairkan anggaran commitment fee Formula E sebesar Rp560 miliar, namun pelaksanaan event tersebur gagal diselenggarakan karena pandemi covid19.

Sponsored by adnow
Bagikan