Terkini.id, Jakarta – Politisi Gerindra, Fadli Zon membandingkan antara rezim Orde Lama di bawah Pemerintahan Presiden Soekarno dengan rezim Orde Baru yang dipimpin Soeharto terkait mana rezim yang lebih otoriter.
Menurut Fadli Zon, rezim Orde Lama Soekarno lebih otoriter dan represif kepada masyarakat Indonesia dibanding rezim Orde Baru Soeharto.
Hal itu diungkapkan Fadli Zon dalam video perbincangannya yang tayang di kanal YouTube Refly Harun, seperti dilihat pada Sabtu 25 Desember 2021.
Dalam tayangan video berjudul ‘Soal Rezim yang Lebih Otoriter? Fadli Zon: Soekarno Lebih Represif’ tersebut, awalnya Fadli mengulas soal perubahan orientasi dari rezim Orde Lama ke Orde Baru.
“Saya berpendapat begini, memang ada perubahan orientasi yang luar biasa dari Orde Lama yang tadinya menempatkan politik sebagai panglima kepada Orde Baru yang menempatkan ekonomi sebagai panglima pembangunan,” ujar Fadli Zon.
- BKSAP DPR Serukan Dunia Usir Israel dari Wilayah Palestina
- DPR RI Suarakan Isu Palestina di Forum Internasional
- Israel Serang RS Indonesia di Gaza, Fadli Zon: Tanda Nyatakan Perang terhadap Indonesia
- BKSAP DPR Ingatkan Krisis Gaza di Forum Parlemen G20
- BKSAP Soroti Respon Barat Cenderung Berpihak ke Israel: Harusnya Bersikap Adil dan Netral
Ia pun menilai bahwa rezim Orde Baru memang ada minusnya di mana kala itu hak-hak demokrasi masyarakat dibatasi.
Tak hanya itu, kata Fadli, Orde Baru juga membatasi kebebasan pers dan hak warga negara Indonesia untuk mendirikan partai politik.
“Memang ada minusnya. Minusnya itu hak-hak berdemokrasi dibatasi, sipil dan politik itu yang dibatasi, kebebasan pers, hak untuk membuat partai, dan hak berbicara dan sebagainya, bahkan pada saat itu petisi 50 Nasution mendapatkan kematian perdata,” ungkapnya.
Akan tetapi, lanjut Fadli, saat ia membaca literatur dan kesaksian sejumlah orang yang hidup di rezim Orde Lama ternyata zaman Soekarno itu lebih ganas dibanding era kepemimpian Soeharto di Orde Baru.
“Dibandingkan zaman Soekarno, kalau saya baca literatur, cerita orang-orang (Orde Lama) itu ganas, terutama PKI yah. PKI itu keganasannya sampai fisik, jadi bukan hanya verbal,” kata Fadli Zon.
“Saya pernah baca artikelnya Pramoedya Ananta Toer, beliau mengatakan ‘ini adalah tahun pembabatan total’. Itu sangat ganas,” sambungnya.
Lebih lanjut, Anggota DPR RI itu juga membeberkan sikap represif rezim Soekarno yang membakar buku-buku di Universitas Indonesia (UI) yang dianggap kontra revolusioner.
“Termasuk orang yang tidak dianggap sejalan dengan pemerintahan akan dikeluarkan dari UI,” tambahnya.
Maka dari itu, Fadli Zon menilai rezim Orde Lama di bawah kekuasaan Soekarno lebih otoriter dan represif dibandingkan Orde Baru Soeharto.
“Jadi, menurut saya kalau boleh dibilang dua-duanya dianggap represif di awal-awal gitu yah, tapi Orde Lama lebih represif,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
