Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon menanggapi soal cuitan seorang pengguna Twitter terkait perbuatan tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI) di Magetan dan Madiun.
Lewat cuitannya di Twitter, Senin 28 Desember 2020, Fadli Zon menyebut sejumlah tokoh PKI di Madiun salah satunya Amir Sjarifudin telah menculik dan membantai ulama serta pejabat di Magetan dan Madiun.
Lantaran hal itu, kata Fadli, para tokoh PKI beserta pasukannya tersebut lantas dikejar oleh pasukan Siliwangi.
“Amir, Suripno, Maruto Darusman, Tan Ling Djie, n tokoh PKI Madiun serta sisa-sisa pasukan induk dikejar Pasukan Siliwangi. PKI menculik n bantai ulama n para pejabat di Magetan n Madiun,” cuit Fadli Zon.
Bahkan, kata Fadli, sejumlah tokoh PKI itu juga membunuh gubernur pertama di Jawa Timur, Surjo di wilayah Ngawi.
- Himbauan Pemkab Jeneponto, Stop Penebangan Sembarangan, Lestarikan Pohon Demi Lingkungan Sehat, Cegah Erosi
- Jeneponto Satukan Langkah, Komitmen Bersama Percepat Penurunan Stunting Demi Generasi Berkualitas
- GESIT DATA PRESISI, Terobosan Pemkab Jeneponto Wujudkan Satu Data Terpadu Percepat Penurunan Stunting
- HUT ke-48, Bupati Andi Asman Luncurkan Buku 'BupAAS: Jalan Pengabdian'
- Adira Expo Takalar 2026 Hadirkan Solusi Finansial untuk Liburan Keluarga yang Lebih Nyaman
“Mereka bunuh Gub Surjo di Ngawi,” ungkapnya.
Saat agresi militer 2 terjadi, lanjut Fadli, para tokoh PKI itu pun kemudian dieksekusi oleh pasukan pemerintah.
Ia pun menegaskan, kejadian tersebut 100 persen adalah kudeta yang dilakukan oleh PKI terhadap pemerintahan sah Indonesia.
“Agresi Militer 2, mereka langsung dieksekusi. Ini 100% kudeta PKI,” tegasnya.
Hal itu disampaikan Fadli Zon menyanggah sebuah cuitan dari pengguna Twitter Potretlawas yang menyebut Wakil Ketua Umum DPP Gerindra itu tahu bahwa Amir Sjarifudin tak terlibat dalam tuduhan pembunuhan terhadap Gubernur Surjo.
Menurut Potretlawas, saat terjadinya pembunuhan terhadap Gubernur Surjo, Amir keburu ditembak tanpa ada pengadilan.
“Fadlizon tahu, segala tuduhan pada Amir tak pernah terbuktikan (termasuk soal pembunuhan gubernur Surjo yang bahkan baru muncul pada 1990) karena Amir keburu ditembak tanpa ada pengadilan,” cuit Potretlawas menandai Twitter Fadli Zon.
“Hanya ada Injil dan nyanyian Indonesia Raya & Internationale,” tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
