Siswa Disiapkan Masuki Kompetisi Global, SD Islam Athirah Makassar Kerja Sama UIL Australia

Siswa Disiapkan Masuki Kompetisi Global, SD Islam Athirah Makassar Kerja Sama UIL Australia

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – SD Islam Athirah Makassar meneken perjanjian kerja sama dengan Union Institute of Language (UIL) Australia ihwal peningkatan keterampilan bahasa Inggris dan pemahaman budaya.

Kepala SD Islam Athirah 1 Makassar, Khasan mengatakan anak didiknya adalah bagian dari komunitas global yang harus dipersiapkan untuk memasuki kompetisi global

Selain penguasaan atas perkembangan teknologi yang begitu pesat, ia menilai kemampuan berbahasa Inggris juga berperan penting untuk mengembangkan kualitas diri dan memasuki persaingan global. 

Kerja sama tersebut berangkat dari hasil evaluasi untuk meningkatkan SDM siswa dalam berbahasa Inggris. Saat ini ada 10 kelas yang dibuka secara keseluruhan.

“Seiring dengan perjalanan waktu, siswa yang mengikuti English Class akan diberikan sertifikat yang berstandar dunia,” kata Khasan, Jumat, 10 Desember 2021.

Baca Juga

Proyek kelas Bahasa Inggris di SD Islam Athirah digulirkan pada tahun pelajaran 2017/2018. Kini sudah menunjukkan hasil yang sangat membahagiakan.

“Mereka seolah-olah tak belajar karena pelajarannya dibuat menyenangkan namun tanpa disadari kemampuannya semakin berkembang. Kemampuan english speaking siswa sangat lancar,” tuturnya.

Slamet Wiyono, Chairman iDEA School of English, Perwakilan UIL Brisbane mengatakan ranah kerja samannya, antara lain, online bridging program penguatan Bahasa Inggris siswa selama 2 pekan.

Selain itu, online intensif English bagi guru, belajar bersama secara online dengan Sekolah Dasar di Australia, dan Pen Pal (Sahabat Pena) Pertukaran Pengenalan Budaya Indonesia-Australia, study visit (tidak saat pandemi).

“Melalui kerja sama ini, siswa dan guru SD Islam Athirah Makassar berkesempatan sangat luas untuk berlatih dan meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris mereka bersama penutur asli (native speaker,” ungkapnya.

Sementara, Kepala SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga, Muhammad Aziz mengatakan pada awal pembukaan English Class, pihaknya selektif dalam menerima siswa. Ia mengatakan pihaknya menelusuri latar belakang siswa.

“Jangan sampai hanya anaknya yang mau belajar bahasa Inggris tapi orang tua di rumah tidak mengajarkan. Misalnya, apakah orang tuanya pintar bahasa Inggris atau tidak. Itu jadi pertimbangan saat itu,” ucapnya.

Hanya saja, kata dia, seiring dengan perjalanan waktu, ia mengamati daya serap siswa dalam mempelajari bahasa Inggris begitu cepat. Sebab itu, untuk tahun ini tak ada lagi proses seleksi.

“Tahun ini terbuka untuk semua,” sebutnya.

Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah Bukit Baruga, Mas Aman Uppi menilai langkah kerja sama tersebut merupakan langkah maju.

“Langkah beliau sangat positif, kalau sesuai standar nasional. Sekolah yang berstandar internasional harus memiliki sekolah seperti ini,” tuturnya. 

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.