Terkini.id, Jakarta – Terkait penyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman soal ‘Jangan Terlalu dalam Mempelajari Agama‘. Selain dari Kiai Cholil, Slamet Maarif Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 turut memberikan respon.
Skamet Maarif mengatankan saran kepada KSAD Jenderal Dudung Abdurachman agar tidak terus mencari panggung.
Slamet Maarif mengungkap itu merespons pernyataan Jenderal Dudung soal jangan terlalu dalam mempelajari agama.
“Enggak usah cari panggung dengan hal-hal yang dapat memecah belah TNI dan umat,” kata Slamet.
Ia bahkan meminta Jenderal Dudung fokus kepada tugas pokok dan fungsi sebagai KSAD.
- IAS dan Jenderal Purnawirawan Bintang Dua Bertemu di Jakarta, Buka Puasa Bersama
- Soal Korupsi Tabungan Perumahan Angkatan Darat, Ini Penjelasan Panglima TNI Andika Perkasa
- Bahar Smith: Ana Bilang ke Jenderal Ahmad Fauzi, Justru Saya Bela Marwah TNI
- Goda Istri Jenderal TNI, Askara Harsono Kembali Dipolisikan
- Sangar! Demi Lengserkan Presiden RI, Rizal Ramli Berani Ngomong Gini di Depan Ratusan Jenderal dan Kolonel TNI
Sebab, kata Slamet, masih banyak pekerjaan rumah di kemiliteran yang belum bisa diselesaikan mantan Pangdam Jaya dan Pangkostrad itu.
“Pak Dudung kembalilah fokus pada tupoksinya saja. Banyak PR (pekerjaan rumah, red) besar di TNI yang harus diselesaikan,” ungkap Slamet Maarif. Dilansir dari Jpnn. Senin, 6 Desember 2021.
Sementara, Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Cholil Nafis sempat mengaku tidak paham substansi ucapan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang berbicara tentang jangan terlalu dalam mempelajari agama.
“Saya tidak tahu apa yg dimaksud beliau. Makanya saya tanya, apa maksudnya?” tanya Kiai Cholil, sapaan Muhammad Cholil Nafis.
Dia kemudian menyinggung pernyataan Jenderal Dudung berbenturan dengan salah satu hadis yang megajak umat agar mau memahami, bahkan mendalami ajaran-ajaran agama.
“Orang yang dikehendaki baik oleh Allah SWT, di antaranya, orang yang paham agama, bahkan yang mendalami agama,” bebernya.
Jenderal Dudung sebelumnya memberikan ceramah subuh di salah satu masjid dan pada akhirnya menuai sorotan publik. Pasalnya, Jenderal Dudung menyarankan agar tidak terlalu dalam ketika mempelajari agama.
Jenderal bintang empat itu saat berceramah juga menyinggung ada beberapa tingkatan orang beriman antara lain iman taklid (hanya mengikuti), iman ilmu, iman iyaan, dan iman haq.
Dudung kemudian menyebut banyak dari kalangan umat Islam yang terpengaruh beberapa hadis Nabi Muhammad SAW.
“Banyak sebagian dari orang Islam sering terpengaruh katanya hadis ini, katanya hadis itu, kata Nabi Muhammad SAW. Oleh karenanya jangan terlalu dalam, jangan terlalu dalam mempelajari agama,” kata Dudung.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
