Soal Anwar Abbas Diingatkan Jokowi Tidak Berbicara Keras, Marsudi Syuhud: Kritik yang Baik Adalah Membangun

Soal Anwar Abbas Diingatkan Jokowi Tidak Berbicara Keras, Marsudi Syuhud: Kritik yang Baik Adalah Membangun

R
Yuniar Srikandi
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta- Pernyataan Anwar Abbas yang mengaku bahwa dirinya diingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tidak berbicara keras, menjadi perbincangan khalayak ramai.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Anwar Abbas mengungkap bahwa dirinya diingatkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar jangan berbicara terlalu keras. Namun, Anwar Abbas meyakini bahwa Jokowi adalah orang yang kebal terhadap kritik.

Dalam sambutan di acara Kongres Ekonomi Umat Islam II melalui siaran YouTube MUI pada Jumat, 10 Desember 2021, Anwar mengungkapkan bahwa “Tadi saya diingatkan Pak Jokowi, ‘Pak Anwar Abbas, ngomong-nya jangan keras-keras, Pak. Apalagi tadi ketika bertemu dengan Menteri Agama, ya berapa teman langsung mengambil momen gitu kan. Saya rasa Pak Presiden sama Pak Menteri Agama adalah orang yang sudah kebal, ya, bagi beliau kritik itu…,” katanya.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama, Anwar Abbas mengkritik beberapa persoalan, diantaranya ketimpangan di bidang pertanahan serta kesejahteraan yang belum merata.

Dia mengungkapkan bahwa “Cuma dalam bidang pertanahan, indeks Gini kita sangat memprihatinkan itu 0,59, artinya 1 persen penduduk menguasai 59 persen lahan yang ada di negeri ini. Sementara yang jumlahnya sekitar 99 persen itu hanya menguasai 41 persen lahan yang ada di negeri ini,” tuturnya.

Baca Juga

Dilansir dari detik.com, pada Minggu, 12 Desember 2021, dia juga mengatakan “Saya rasa pemerintah kita sudah berhasil mensejahterakan rakyatnya, tapi rakyat yang sudah bisa tersejahterakan dan disejahterakan oleh pemerintah tersebut kebanyakan mereka-mereka yang kalau kita kaitkan dengan dunia usaha, itu mereka-mereka yang ada di kelompok usaha besar, dan menengah serta usaha kecil,” tambah Anwar.

Sementara itu, Ketua PBNU sekaligus Waketum MUI, Marsudi Syuhud mengaku tak tahu-menahu soal latar belakang Anwar Abbas mengaku diperingatkan Jokowi. Akan tetapi, Marsudi menilai bahwa penyampaian kritik telah dijamin konstitusi.

“Yang ngomong kayak gitu kan Pak Anwar Abbas, jangan kritik-kritik. Saya nggak ngerti itu backgroundnya Pak Anwar Abbas ngomong begitu saya nggak ngerti, tapi persoalan kritik di negara kita itu kan bebas, dijamin undang-undang,” tutur Marsudi, dikutip dari detik.com.

Menurutnya, siapa pun boleh menyampaikan kritik, termasuk Anwar Abbas. Dia mengatakan bahwa kritik yang disampaikan bertujuan mencari solusi terbaik dari persoalan-persoalan negara.

“Mengkritik itu artinya, ya, kritik yang baik adalah membangun agar jangan sampai kita kejebak pada kesalahan-kesalahan. Intinya, kritik adalah bagaimana mencari solusi terbaik untuk bangsanya,” ujar Waketum MUI tersebut.

“Maka, siapa saja boleh mengkritik. Mau Anwar Abbas, saya, atau siapa saja,” tambahnya.

Dia pun mengatakan bahwa pihaknya sudah biasa menyampaikan kritik terhadap pemerintah, salah satunya saat agenda Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) digelar. Kritik tersebut mencakup pada implementasi perundang-undangan.

“Dari dulu, misalnya, Muktamar untuk mengkritisi Pemerintah itu artinya untuk membangun. Mana yang terbaik untuk bangsa ini, untuk rakyat ini. Tentang UU Pertanahan. Begitu juga UU Perpajakan,” jelasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.