Terkini.id, Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan tingkat penularan cacar monyet atau monkeypox tidak akan setinggi virus corona (Covid-19) yang bisa menular lewat droplet.
Hal itu disampaikannya dalam agenda Q & A ‘The 3rd G20 Health Working Group’.
Menurutnya, pihaknya pun telah siap menghadapi potensi cacar monyet itu apabila semakin meluas.
Budi menyebut pihaknya telah memiliki lebih dari 1.000 laboratorium PCR yang tersebar di berbagai provinsi.
Adapun kondisi temuan seorang pasien cacar monyet di Indonesia terpantau baik dan hanya mengalami gejala ringan.
- 2 Warga Terbukti Negatif, Wali Kota Makassar Tegaskan Tak Ada Cacar Monyet
- Cacar Monyet Sudah Masuk di Indonesia, Begini Pesan Presiden Jokowi
- Cacar Monyet Masuk Makassar, Dinkes Sulsel: Belum Terkonfirmasi
- Darurat Kesehatan Global, Ikatan Dokter Indonesia Bentuk Satgas Cacar Monyet
- Setelah Covid-19, Waspada Kasus Baru: Cacar Monyet! Bagaimana dengan Indonesia?
Berdasarkan data terkini, dari 39-40 ribu kasus konfirmasi cacar monyet di dunia, setidaknya 12 orang yang tercatat meninggal dunia pasca terinfeksi. Dengan demikian, fatality rate atau tingkat kasus kematian cacar monyet menurut Budi sangat rendah atau berkisar 0,04 hingga 0,05 persen.
“Penularannya dia itu terjadi pada saat sudah bergejala, berbeda dengan Covid-19,” ungkapnya dalam kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI, Seperti dilansir CNN Indonesia, Senin, 22 Agustus 2022.
Mantan Wakil Menteri BUMN itu melanjutkan, karakteristik cacar monyet yang ditemukan di Indonesia dan Asia kemungkinan tidak akan separah kasus di sejumlah negara Afrika.
“Cacar monyet ada dua tipe, Afrika Barat sama Afrika Tengah, yang satu fatal yang satu tidak fatal. Dan biasanya yang banyak di Eropa dan yang di Indonesia itu bukan yang fatal,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
