Soal Dana Formula E, Pengamat Politik: Anies Baswedan Bisa Dipenjara

Soal Dana Formula E, Pengamat Politik: Anies Baswedan Bisa Dipenjara

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik, Eko Kuntadhi menilai Anies Baswedan bisa dipenjara terkait dana penyelenggaraan Formula E jika Anies tak lagi menjabat Gubernur DKI apabila Pilkada 2022 diundur ke 2024.

Eko Kuntadhi menjelaskan, jika Undang-Undang tentang Pilkada berhasil direvisi maka secara tidak langsung membawa beberapa dampak, di antaranya soal dana anggaran yang digelontorkan Anies Baswedan untuk perhelatan ajang Formula E di DKI Jakarta yang nilainya ratusan miliar rupiah.

“Kalau Pilkada 2022 diundur jadi 2024, ini menyangkut soal duit yang sudah keluar untuk ajang Formula E di Jakarta. Meski sudah dipanjar atau dikasih uang muka, DP Rp560 miliar. Serta ada pengeluaran ini itu,” ujar Eko.

Hal itu disampaikan Eko Kuntadhi lewat tayangan videonya di kanal Youtube CokroTV pada Jumat 29 Januari 2021.

Dalam tayangan videonya tersebut, pegiat media sosial ini juga mengungkapkan sejumlah fakta yang cukup mengejutkan yakni DKI Jakarta dinyatakan tidak masuk dalam lokasi perhelatan Formula E dunia di tahun 2021.

Baca Juga

“Ternyata Jakarta tidak masuk dalam agenda ajang Formula E dunia. Pada agenda 2021 ini, atau kalender 2021 ini, tidak ada nama Jakarta tercantum di sana. Lalu gimana dengan 2022? Kan belum tentu juga,” ungkap Eko Kuntadhi.

Oleh karenanya, kata Eko, jika nantinya jabatan Anies Baswedan telah habis pada tahun 2022 dan Pilkada jadi diundur serentak 2024, maka mantan Mendikbud itu harus menyerahkan jabatannya kepada pejabat Pelaksana Tugas alias Plt yang dipilih oleh Kemendagri.

Hal itulah ,menurut Eko, yang dapat membuat Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI sebelumnya dipenjara lantaran telah mengeluarkan banyak anggaran namun programnya tidak berjalan.

“Nah bisa bayangin enggak, jika sampai masa jabatannya habis, sementara ajang balap Tamiya itu enggak juga digelar di Jakarta, padahal duit sudah keluar banyak. Ini kan bahaya, artinya kalau ajang Formula E atau ajang balap ini tidak dilakukan 2022, Anies sudah menyerahkan jabatan, bisa berakibat dia dipenjara,” ujar Eko Kuntadhi.

Mengutip Hops.id, Eko juga menyayangkan kebijakan Anies yang telah membayar uang muka hingga ratusan miliar untuk ajang Formula E, sedangkan acaranya sendiri hingga saat ini belum terlaksana sampai saat ini.

Terlebih, kata Eko Kuntadhi, di tengah pandemi COVID-19 saat ini banyak perekonomian warga DKI Jakarta yang terkena imbasnya.

Padahal menurut pengamat politik ini, dana senilai ratusan miliar rupiah tersebut seharusnya bisa digunakan Gubenur Anies Baswedan untuk melakukan stimulus kepada sejumlah sektor perekonomian di Jakarta.

“Kita sih heran juga. Kalau belum jelas kapan dilaksanakan balapan Tamiya itu, kenapa si Jakarta enggak minta pulangin dulu DP yang udah disetor? Memang duitnya ke mana? Kan sayang uang ratusan miliar nolnya banyak banget. Apalagi saat pandemi seperti saat ini, Jakarta butuh duit banyak buat mengahalau dampak pandemi bagi warganya, buat menggerakkan ekonomi di sini,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.