Terkini.id, Jakarta – Pasca Presiden Jokowi mengaku dirinya dihubungi sejumlah kepala negara dan pemerintahan di dunia, Dokter Tifauzia Tyassuma, M.Sc, Clinical Epidemiologist buka suara.
Hal tersebut disampaikan Dokter Tifauzia Tyassuma, M.Sc,akrab disapa Dokter Tifa melalui sebuah cuitan diakun media sosial twitter miliknya @Dokter_Tifa.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa dirinya dihubungi sejumlah kepala negara dan menurutnya, semua negara saat ini sedang kesulitan ekonomi akibat pandemic covid 19 hingga distrupsi ekonomi.
“Semua negara betul-betul pusing semua. Dalam 2 minggu ini, saya dapat telepon beberapa kepala negara/pemerintahan. Kemarin Presiden (Prancis) Emmanuel Macron telepon. Sebelumnya, Presiden (China) Xi Jinping telepon,” jelasnya.
Lebih Lanjut “Sebelumnya Perdana Menteri (Kanada) Justin Trudeau telepon, sebelumnya Kanselir Jerman baru telepon. Semuanya sama, bingung menyelesaikan persoalan-persoalan yang kita alami bersama,” sambungnya.
- Usai Dilantik Presiden Jokowi, Kepala BPOM Taruna Ikrar Langsung Tancap Gas
- Putri Mantan Bupati Bantaeng Sambut Presiden Jokowi
- Kunjungi Desa Layoa, Presiden Jokowi Jalan di Atas Slag Nikel Huadi Group
- Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Pamukkulu di Kabupaten Takalar
- Presiden Jokowi Makan Siang di RM Aroma Laut Bantaeng
Dia mengatakan saat ini dunia dihadapi dengan ketidakpastiaan yang berdampak terhadap kelangkaan energi. Hal ini membuat harga minyak dunia menjadi naik.
“Coba kita lihat naik, yang dulu hanya USD 50-60 per barrel, sekarang USD 118 (per barel). (Naik) 2 kali lipat. Sehingga negara-negara yang tidak mensubsidi BBM-nya naik langsung 2 kali lipat. Bayangkan, kita naik 10 persen saja demonya 3 bulan, ini naik 2 kali lipat artinya 100 persen naik,” ujarnya.
Melihat hal tersebut, Dokter Tifa mempertanyakan pernyataan Presiden Jokowi yang menyebutkan bahwa dirinya dihubungi kepala negara.
“Ditelfon siapa?” tutur Dokter Tifa. Dikutip dari Twitter Dokter Tifa, Minggu, 27 Maret 2022.
Selain dari itu, melalui sebuah cuitan, Dokter Tifa bahkan mengingatkan Presiden Jokowi agar tidak menghalu (mengada-ngada) hingga meyinggung soal bahasa inggris.
“Jangan meng-halu, ah. Bahasa Inggris belepotan . Siapa juga mau telpon. Negara lain biasa saja,” pungkasnya.
Lanjut “Siap-siap saja, bahkan menghadapi perang dunia III saja mereka sudah siap. Jangan-Jangan sama diri sendiri,” kata dokter Tifa.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
