Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Ade Armando menanggapi soal beredarnya surat perintah palsu yang dilayangkan kepada Menteri BUMN Erick Thohir mengatasnamakan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dalam surat perintah palsu tersebut, Erick Thohir disebutkan terlibat kasus dugaan korupsi pengadaan alat rapid test Covid-19.
Lewat cuitannya di Twitter, Kamis 10 Desember 2020, Ade Armando menilai beredarnya surat perintah palsu itu kemungkinan untuk mengalihkan perhatian publik dari kasus Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.
“Kayaknya untuk mengalihkan perhatian publik dari kaburnya Rizieq, sekarang beredar surat perintah penyidikan palsu terhadap Erick Thohir,” cuit Ade Armando.
Ade Armando dalam unggahannya tersebut juga membagikan link artikel pemberitaan dari situs CNN Indonesia berjudul “Ketua KPK Tegaskan Sprindik Kasus Korupsi Erick Thohir Palsu” yang tayang pada Kamis 10 Desember 2020.
- Pemkot Makassar Bentuk Tim ATS, Jemput Anak Putus Sekolah Kembali Belajar
- Di Balik Sekop Sang Komandan, Mengukir Jalan Kesejahteraan untuk Rakyat di Jeneponto
- Mubes IKA Unhas Berakhir Riang Gembira, MRR : Berlangsung Tertib Tidak Ada Ricuh, Terima Kasih Semuanya
- TP PKK Sulsel Gelar Rakor, Bahas Program Pokok dan Persiapan Agenda Nasional 2026
- Bupati Sidrap: MRS Celebes Series Jadi Ajang Lahirkan Pembalap Nasional hingga Internasional
Dalam isi artikel pemberitaan itu, disebutkan KPK Komjen Pol Firli Bahuri telah menegaskan foto yang beredar soal surat perintah dimulainya penyidikan (sprindik) kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan rapid test risiko infeksi Covid-19 yang melibatkan Menteri BUMN Erick Thohir adalah palsu.
“Hoaks. Saya nyatakan itu palsu. Saya tidak pernah tanda tangani surat seperti itu. Bahas kasusnya saja tidak pernah. Ini jelas palsu dan pemalsuan,” kata Firli saat dikonfirmasi Cnnindonesia.com.
Firli menjelaskan, KPK memiliki mekanisme dan prosedur ketat terkait pekerjaan penyidikan sebuah kasus.
Dalam isi artikel yang dibagikan Ade Armando tersebut, Firli disebutkan juga telah meminta Deputi Penindakan KPK Karyoto untuk mengungkap pelaku penyebaran informasi palsu terkait surat perintah penyelidikan terhadap Erick Thohir.
“Deputi Penindakan saya perintahkan untuk ungkap siapa pelakunya,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
