Soal Kerusakan di Bawakaraeng, Ketua Mapala Sepakat dengan Bupati Gowa

Terkini.id, Makassar – Ketua PKN Mapala Se-Indonesia, Ade Erlangga ikut sepakat dengan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan YL terkait kerusakan di Gunung Bawakaraeng.

Sebelumnya, setelah bencana banjir yang menimpa Gowa, Bupati Adnan mengungkapkan itu akibat terjadinya kerusakan di Gunung Bawakaraeng.

Menurut Adnan, salah satu penyebab kerusakan tersebut adalah karena ulah sebagian pendaki yang membuang sampah sembarangan, dan tidak mencintai lingkungan.

Sehingga yang terjadi, pendaki bukan menjaga hutan dan gunung tetapi justru mencemari dengan membuang sampah di sembarang tempat bahkan ada yang sampai merusak pohon.

Kemudian Adnan juga menegaskan, ke depan jika proses pemulihan telah dilakukan dan Gunung Bawakaraeng dapat diakses para pendaki pihaknya akan terlebih dulu membuat Peraturan Daerah (Perda) yang merujuk dengan standar operasional prosedur (SOP) yang benar.

“Ini untuk penindakan karena jika akan dilakukan penindakan dan ada sanksi payung hukumnya harus dengan perda.

Adapun aturan yang ada akan menjadi poin penting nantinya yaitu tentang bagaimana menjaga hutan dan gunung saat melakukan pendakian,” tegasnya.

“Sehubungan dengan berita terkini.id tentang pernyataan bupati Gowa, saya sebagai Ketua Pusat Koordinasi Nasional MAPALA SE-INDONESIA sepakat dengan pernyataan Bupati GOWA karena dengan melihat kondisi Fisik gunung Bawakaraeng dan Gunung Lompo Battang begitu sangat miris,” katanya.

“Karena setiap saya mendaki Gunung Bawakaraeng dalam tugas SAR bersama BASARNAS baik untuk pencarian atau pun Evakuasi korban, melawati jalur di Lembanna maka setiap Pos menuju puncak Gunung tersebut terlihat begitu banyak sampah Pendaki yang berupa Plastik, kaleng dan botol,” tuturnya.

Kemudian banyaknya pohon-pohon di sekitar jalur pendakian tersebut rusak akibat ulah Pendaki yang menebang pohon sebagai patok tenda dan sebagainya serta pohon-pohon yang di dipaku untuk memasang penanda setiap Pos.

Hal tersebut tidak hanya di jalur Lembanna saja akan tetapi hampir di setiap jalur pendakian gunung Bawakaraeng dan Lompo Battang.

Sehingga itulah alasan saya sepakat dengan pernyataan Bupati GOWA bahwa yang menjadi penyebab kerusakan alam sekitar gunung bawakaraeng dan Lompo battang adalah ulah Pendaki yang tidak tau aturan.

BNPB Ambil Alih Fungsi Lahan Bawakaraeng dan Lompobattang

Kemudian Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mendukung Rencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI mengambil alih fungsi lahan dan hutan Gunung Bawakaraeng dan Gunung Lompobattang.

Di mana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI akan melakukan restorasi dan representasi untuk kawasan Gunung Bawakaraeng dan Gunung Lompobattang secara terintegrasi sehingga nantinya dampak banjir dan longsor dapat pulih sedia kala bahkan lebih baik dari sebelumnya.

Dukungan Bupati GOWA atas rencana Rotasi dan Representasi gunung bawakaraeng dan lompo battang adalah keputusan yang sangat baik untuk kelestarian alam dan untuk masayarakat daerah GOWA dan sekitarnya agar terhindar dari bencana banjir mau pun longsor.

Apalagi Kepala BNPB RI Letjen Doni Modarno mengungkapkan, sebelum dilakukan proses pengalihan fungsi lahan, terlebih dulu akan dilakukan survey dan membentuk Tim Satgas.

Tim Satgas ini, lanjutnya, adalah gabungan dari instansi pemerintahan, unsur aparat, pelaku usaha dan organisasi pencinta alam.

Saya selaku ketua Pusat Koordinasi Nasional MAPALA SE INDONESIA berharap Kepala BNPB RI Letjen Doni Modarno dapat berkoordiasi untuk menggunakan Sumber daya manusia dari organisasi MAPALA-MAPALA di Sul Sel yang tergabung dalam Pusat Koordinasi daerah MAPALA SE Sul-sel dalam proses penyelamatan Gunung Bawakaraeng dan Lompo Battang.

Berita Terkait
Komentar
Terkini