Terkini.id, Jakarta – Tim penyelamat sampai saat ini masih terus melakukan operasi pencarian KRI Nanggala 402 yang hilang di perairan Bali. Kapal selam tersebut diketahui membawa 53 awak.
TNI AL sendiri berkeyakinan, KRI Nanggala 402 tenggelam dan hilang di kedalaman 600-700 meter (2.000-2.300 kaki). Angka itu jauh dari perkiraan dan batas kemampuan meluncur Nanggala.
Seorang pejabat dari Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering Korea Selatan, Ahn Guk-hyeon yang membongkar kapal tersebut pada 2009-2012 mengatakan kapal selam KRI Nanggala 402 akan runtuh jika masuk lebih dalam dari sekitar 200 meter (655 kaki) karena tekanan air.
Ia mengungkapkan, pada waktu overhaul perusahaannya meningkatkan banyak struktur dan sistem internal pada KRI Nanggala 402. Akan tetapi, mereka tidak memiliki informasi terbaru tentang kondisi kapal tersebut saat ini.
Sementara itu, Sekretaris dari Submarine Institute of Australia Frank Owen juga mengatakan kapal selam itu tenggelam di kedalaman yang terlalu dalam. Hal itu menurutnya sangat susah untuk dijangkau oleh tim penyelamat.
- Keluarga Prajurit KRI Nanggala 402 Diberi Rumah, UAS Kena Sentil
- Abdul Kahar Hadiri Doa Bersama 40 Hari Tenggelamnya KRI Nanggala
- Gambarkan Situasi Mencekam Kru KRI Nanggala, Danseskoal: Saya Pernah Alami
- SBY Dituding Penyebab KRI Nanggala Tenggelam, Demokrat: Buzzer Jokowi Gak Bermoral
- Ingin Setubuhi Istri Awak KRI Nanggala, Pelaku Menangis: Ampun Pak
“Sebagian besar sistem penyelamatan benar-benar hanya setinggi sekitar 600 meter (1.970 kaki),” ujar Frank Owen, Sabtu 24 April 2021 seperti dikutip dari AP News.
Menurut Owen, sebenarnya kemungkinan manusia untuk selamat dari tekanan air di kedalaman 700 meter bisa saja terjadi. Tetapi semua tergantung dari desain kapal selam, struktur, sampai pada sistem yang mendukung.
Akan tetapi, kata Owen, di KRI Nanggala 402 tidak dilengkapi dengan kursi penyelamat di sekitar pintu keluar yang dirancang untuk penyelamatan bawah air.
Hal senada juga diungkapkan ahli pertahanan Indonesia, Connie Rahakundini Bakrie. Ia mengatakan awak KRI Nanggala 402 tersebut bisa saja dapat ditemukan hidup-hidup.
“Namun jika kapal selam berada di palung laut sepanjang 700 meter, mereka akan sulit bertahan karena tekanan bawah air akan menyebabkan keretakan dan pecahnya lambung baja,” ungkapnya.
Mengutip Hops.id, sampai saat ini sudah banyak kapal hingga helikopter pencari merapat ke titik KRI Nanggala 402 hilang kontak yakni di perairan Bali.
Namun, juru bicara militer Indonesia Achmad Rad mengungkapkan bahwa sejauh ini kapal selam yang mengangkut 53 awak tersebut belum juga ditemukan.
“Sejauh ini kami belum menemukannya. Tetapi dengan peralatan yang tersedia kami dapat menemukan lokasinya,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
