Terkini.id, Jakarta – Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun memberikan pendapatnya terkait motif alasan mengapa ormas Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan pemerintah.
Menurut Refly Harun, FPI dibubarkan dan dilarang eksis di Indonesia oleh pemerintah lantaran didasari pertimbangan faktor politik ketimbang menjaga ketentraman masyarakat.
“Yang sesungguhnya lebih didasarkan pada motif politik ketimbang untuk menjaga ketentraman, kenyamanan dan keamanan masyarakat,” kata Refly Harun.
Hal itu ia sampaikan lewat tayangan videonya di kanal Youtube Refly Harun seperti dilihat pada Selasa 5 Januari 2021.
Dalam tayangan videonya tersebut, Refly juga mengulas rekam jejak FPI pada tahun 2016 saat ormas pimpinan Habib Rizieq Shihab itu melakukan demonstrasi terhadap Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
- Himbauan Pemkab Jeneponto, Stop Penebangan Sembarangan, Lestarikan Pohon Demi Lingkungan Sehat, Cegah Erosi
- Jeneponto Satukan Langkah, Komitmen Bersama Percepat Penurunan Stunting Demi Generasi Berkualitas
- GESIT DATA PRESISI, Terobosan Pemkab Jeneponto Wujudkan Satu Data Terpadu Percepat Penurunan Stunting
- HUT ke-48, Bupati Andi Asman Luncurkan Buku 'BupAAS: Jalan Pengabdian'
- Adira Expo Takalar 2026 Hadirkan Solusi Finansial untuk Liburan Keluarga yang Lebih Nyaman
Adapun demo yang dilakukan FPI terhadap Ahok tersebut diketahui dilatarbelakangi kasus penistaan agama.
Refly mengatakan bahwa sejak saat itu FPI mulai berubah menjadi kekuatan politik di Indonesia.
Pasalnya, kata Refly, demonstrasi tersebut berdekatan dengan momen politik yakni Pilkada Gubernur DKI Jakarta yang kemudian dimenangkan Anies Baswedan.
Kendati demikian, Refly menyebut aksi demonstrasi tersebut motif utamanya yakni didasari keinginan FPI memenjarakan Ahok.
“Karena dianggap melakukan penghinaan ketika berpidato mengenai Surat Al-Maidah,” tuturnya.
Oleh karenanya, Refly Harun menilai pada 2016 FPI tidak lagi sama seperti sejak awal ormas itu didirikan di tahun 1998.
“Sebenarnya FPI sejak 2016 ke atas bukanlah FPI seperti sebelumnya. Kita tahu FPI lahir pada 1998,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
