Soal Tentara RRC Masuk ke Indonesia, MS Kaban: Pendukung Komunis Gaya Baru Kepanasan ketika Diingatkan

Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Ummat, MS Kaban kembali berbicara soal masuknya tentara Republik Rakyat Cina (RRC) ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

MS Kaban menyindir bahwa para pendukung komunis gaya baru kepanasan ketika diingatkan soal masuknya tentara RRC ke Indonesia.

Ia lantas menyinggung, para pendukung komunis gaya baru ini lupa bahwa RRC punya dendam sejarah kepada Indonesia.

Baca Juga: Sindiran Pedas MS Kaban: Era Presiden Jokowi, Kemenag Dipimpin Menteri...

“Pendukung komunis gaya baru kepanasan ketika di ingatkan masuknya tentara RRC Komunis,” katanya melalui akun MSKaban3 pada Kamis, 16 September 2021.

“Mereka lupa ada dendam sejarah China di Nusantara Indonesia, yang jelas RRC pendukung G30S PKI,” tambahnya.

Baca Juga: Jokowi Minta Santri Ciptakan Lapangan Kerja, MS Kaban ‘Puji’ Sudah...

MS Kaban mengatakan itu sebagai respons terhadap sindiran netizen yang menyebutnya provokator karena telah menyebut bahwa NKRI sedang marnghadapi bahaya besar masuknya tentara RCC.

Seperti diberitakan Terkini.id sebelumnya, selama ini sudah beberapa kali muncul isu masuknya tentara RRC ke Indonesia.

Namun, beberapa di antaranya telah diterapkan sebagai hoaks oleh beberapa situs cek fakta.

Baca Juga: Jokowi Minta Santri Ciptakan Lapangan Kerja, MS Kaban ‘Puji’ Sudah...

Adapun baru-baru ini, sejumlah nelayan tradisional di Kepulauan Riau melaporkan berpapasan dengan enam kapal Cina di Laut Natuna Utara pada Senin, 13 September 2021.

Dilansir dari Kompas, salah satu kapal Cina itu adalah destroyer Kunming-172 sehingga membuat nelayan lokal takut melaut. 

Sebagai bukti, Ketua Aliansi Nelayan, Natuna Hendri menunjukkan sejumlah video yang diambil nelayan pada koordinat 6.17237 Lintang Utara dan 109.01578 Bujur Timur.

Dalam video itu, terlihat enam kapal China berada di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia. 

“Nelayan merasa takut gara-gara ada mereka di sana, apalagi itu kapal perang. Kami ingin pemerintah ada perhatian soal ini supaya nelayan merasa aman saat mencari ikan,” kata Hendri.

Bagikan