Singgung Utang Warisan Jokowi, MS Kaban: Masihkah MPR Tak Minta Pertanggungjawaban?

Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Ummat, MS Kaban menyinggung soal utang yang akan diwariskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada anak-cucu bangsa Indonesia.

MS Kaban menyentil Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang masih tak mau meminta pertanggungjawaban Presiden Jokowi.

“Warisan yang paling menyakitkan disajikan Presiden Jkwi pada anak cucu bgsa ini adalah hutang hutang hutang,” katanya melalui akun Twitter MSKaban3 pada Sabtu, 28 Agustus 2021.

Baca Juga: Waspadai Krisis Pangan, Jokowi Tegaskan Jaga Pasokan Pangan dan Distribusi

“Masihkah MPR RI tidak meminta pertanggungjawaban Presiden,” sambung mantan Menteri Kehutanan era SBY itu.

Dalam cuitannya yang lain, MS Kaban juga menyindir bahwa kepemimpinan Presiden Jokowi sangat efektif menaikkan hutang dalam tempo 7 tahun hingga hampir 400%.

Baca Juga: Ungkap Belum Mendesak, Jokowi Tolak Usulan Luhut Soal Penempatan Militer...

Ia lantas mengaitkan masalah ini dengan wacana bahwa jabatan Presiden akan diperpanjang hingga tiga periode.

“Issu mau tiga periode bisa jadi hutang 11.000 T, memperpanjang masa jabatan beban bangsa makin menggurita,” katanya.

“Doa,Ya Rabb perbaiki pemimpin kami,” lanjut Ketua Presidium Majelis Permusyawaratan Pribumi Indonesia itu.

Baca Juga: Ungkap Belum Mendesak, Jokowi Tolak Usulan Luhut Soal Penempatan Militer...

Akhir-akhir ini, masalah utang negara memang banyak disoroti oleh berbagai tokoh, baik yang kontra maupun yang pro.

Di sisi pro, ada Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono yang mendukung Presiden Jokowi soal utang.

Arief membela bahwa utang setumpuk negara yang diambil Pemerintahan Jokowi digunakan untuk menyelamatkan jiwa dan perekonomian rakyat.

Bahkan, ia mendorong Jokowi untuk tak ragu mengambil utang jika ada negara yang mau memberi.

“Paling kalu kita enga bisa bayar, kita minta moratorium utang aja kayak yang pernah dilakukan Argentina dan Mexico,” katanya pada Kamis, 26 Agustus 2021.

“Enga gampang loh dipercaya ngutang. Yang penting utang aja,” tambah Arief Poyuono.

Bagikan