Terkini.id, Jakarta – Jokowi selaku Presiden Indonesia menyatakan rasa turut berduka citanya kepada seluruh keluarga yang kehilangan orang terdekatnya akibat tragedi Itaewon, Korea Selatan yang terjadi pada Minggu 30 Oktober 2022.
Ucapan belasungkawa dari Presiden Jokowi disampaikan melalui akun media sosial pribadinya.
“Deeply saddened to learn about the tragic stampede in Seoul. My deepest condolences to those who lost their loved ones,” ujar Jokowi, dikutip dari Twitter @jokowi, Senin 31 Oktober 2022.
“Indonesia mourns with the people of South Korea and wishes those injured a speedy recovery,” lanjutnya.
Sebagai informasi, Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Korea Selatan mengumumkan bahwa jumlah korban tewas akibat tragedi Itaewon saat ini bertambah menjadi 154 orang, 26 diantaranya adalah Warga Negara Asing (WNA).
WNA yang turut menjadi korban tewas tragedi Itaewon berasal dari 14 negara.
Diketahui terjadinya tragedi Itaewon berawal dari para pengunjung yang pada saat itu sedang merayakan Halloween di kawasan tersebut.
Itaewon memang terkenal sebagai tempat pusat perayaan Halloween di Korea Selatan.
Sebelumnya, pemerintah Korea Selatan melarang perayaan Halloween karena dampak dari penyebaran Virus Corona.
Saat ini, pemerintah Korea Selatan telah mencabut larangan Covid-19 yang membuat orang-orang sangat bersemangat untuk merayakan kembali Halloween di Itaewon seperti sedia kala.
Sekitar pukul 22.20 waktu Korea Selatan, wilayah Itaewon sangat padat dengan pengunjung yang memakai kostum Halloween.
Kepadatan ini semakin bertambah parah akibat faktor jalanan yang sempit dan menanjak. Setelah itu, para pengunjung langsung berjatuhan dan saling menimpa satu sama lain.
Melihat hal itu membuat para pengunjung lainnya langsung panik serta menginjak satu sama lain untuk menyelamatkan diri.
Petugas penyelamat yang tiba di lokasi kejadian juga sangat kesulitan untuk menarik pengunjung dari kepadatan area Itaewon.
Disaat yang sama banyak pengunjung yang sudah tergeletak di pinggir jalan Itaewon karena mengalami henti jantung.
Masyarakat yang berada di tempat kejadian bersama petugas medis mencoba untuk melakukan pertolongan pertama dengan CPR kepada korban yang sudah tidak sadarkan diri.
Disisi lain, Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol memerintahkan jajarannya untuk melakukan investigasi tentang tragedi Itaewon agar insiden ini tidak akan kembali terjadi.
Yoon Suk Yeoul menyebutkan Korea Selatan sedang dalam masa berkabung nasional dan semua gedung pemerintahan wajib mengibarkan bendera setengah tiang sebagai rasa belasungkawa kepada keluarga korban tragedi Itaewon.
Sumber: cnnindonesia.com
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
