Terkini.id, Jakarta – Gandi Sulistiyanto selaku Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan mengumumkan bahwa terdapat dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tragedi Itaewon pada Minggu 30 Oktober 2022.
Berdasarkan data Kedutaan Besar RI (Kedubes RI) di Seoul, Korea Selatan, dua WNI yang menjadi korban tragedi Itaewon hanya mengalami luka ringan dan trauma.
“Mereka berdua mengalami shock atau trauma dengan melihat kejadiannya di depan mata kepala sendiri,” ujar Gandi Sulistyanto, Senin 31 Oktober 2022.
Gandi Sulistiyanto menerangkan saat ini kedua WNI korban tragedi Itaewon sedang menjalani perawatan di kediaman pribadinya masing-masing.
Selanjutnya, kedua WNI ini akan didampingi oleh psikolog agar dapat mengobati trauma akibat tragedi Itaewon.
Pihak Kedubes RI mengungkapkan bahwa mereka bersyukur karena kedua WNI ini tidak termasuk dalam daftar korban tewas tragedi Itaewon.
“Mereka berdua masih dilindungi Tuhan yang maha esa dan sehat walafiat,” katanya.
Disisi lain, diketahui jumlah korban tragedi Itaewon telah bertambah menjadi 154 orang. Diantaranya terdapat 26 Warga Negara Asing (WNA) yang menjadi korban tewas tragedi tersebut.
Sementara itu, rincian WNA yang berstatus sebagai korban tewas tragedi Itaewon yaitu lima warga China, empat warga Rusia, dua warga Amerika Serikat, dua warga Jepang dan enam warga Iran.
Lalu sebanyak satu orang dari negara Uzbekistan, Vietnam, Kazahkstan, Thailand, Prancis, Sri Lanka dan Austria juga ditemukan meninggal dunia karena tragedi Itaewon.
Sebagai informasi, saat ini pemerintah Korea Selatan masih menyelidiki penyebab tragedi Itaewon terjadi.
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeoul telah memberikan perintah kepada bawahannya agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut terkait tragedi Itaewon.
Selain itu, Yoon Suk Yeoul mewajibkan seluruh gedung pemerintahan menerbitkan bendera setengah tiang sebagai rasa simpati terhadap tragedi Itaewon.
Itaewon merupakan salah satu kota di Korea Selatan yang terkenal sebagai pusatnya perayaan Halloween.
Pada saat pukul 22.20 waktu Korea Selatan, kondisi Itaewon sangat padat dan semakin bertambah parah akibat faktor jalanan yang sempit dan menanjak.
Tidak lama kemudian pengunjung langsung berjatuhan, saling menimpa satu sama lain dan akhirnya menyebabkan kepanikan massal.
Para pengunjung yang memenuhi Itaewon juga terpaksa saling menginjak satu sama lain demi menyelamatkan diri dari kerumunan.
Petugas penyelamat dan masyarakat sekitar mengupayakan penyelamatan dengan melakukan CPR kepada pengunjung yang sudah bergeletakan di sepanjang jalan Itaewon.
Perayaan Halloween di Itaewon sendiri sudah tiga tahun tidak digelar lantaran pandemi Covid-19.
Sumber: cnnindonesia.com
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
