Soroti Usulan Capres Partai Nasdem, Refly Harun: Khas Politik Pragmatis, Toleh Kanan Toleh Kiri, Bukan Lurus!

Terkini.id, Jakarta – Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun belum lama ini menyoroti rapat kerja Nasional Partai NasDem yang mengusulkan kandidat calon Presiden (Capres).

Di mana, diantara mereka yakni Nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Panglima TNI Andika Perkasa.

Lantas hal tersebut, Refly menganalisis mengapa ketiga nama tersebut yang muncul diungkapkan melalui sebuah unggahan video dikanal youtobe miliknya.

Baca Juga: Prabowo Maju Pilpres, Chusnul Chotimah Soroti Anies: Kemakan Omongan Sendiri!

“Seperti saya katakan, faktor Andika faktor pelengkap dan juga barangkali agar TNI berpihak ke NasDem, it maybe. Kalau faktor Ganjar adalah untuk merayu Jokowi. Faktor Anies adalah faktor kedekatan dengan Surya Paloh,” jelas Refly.

Lebih lanjut, Refly menganalisis perihal jalan politik partai pimpinan Surya Paloh Tersebut.

Baca Juga: Tak Sabar Tunggu Anies Baswedan Lengser Dari Jabatannya, Ferdinand Hutahaean:...

Menurut Refly, NasDem mempunyai jalan politik yang tidak lurus atau pragmatis khususnya terkait calon presiden 2024 ini.

 “Saya melihat sebenarnya politik NasDem itu politik toleh kanan toleh kiri, bukan politik lurus. Ini khas politik pragmatis, tapi sah-sah saja,” lanjut Refly.

Tentu bukannya tanpa alasan, menurut Refly pemilihan tiga nama yang disebutkan tadi kental dengan strategi politik.

Baca Juga: Tak Sabar Tunggu Anies Baswedan Lengser Dari Jabatannya, Ferdinand Hutahaean:...

Strategi tersebut adalah mengusung dua nama besar di elektabilitas (Anies-Ganjar) yang mana representasi dari kelompok kanan dan kiri serta satu nama dari TNI.

“Pragmatisnya dimana? Yaitu mengusung dua calon terbesar elektabilitasnya yang mewakili kutub kanan dan kiri… atau in case there is worst scenario ada commandor in chief jadi TNI,” lanjut Refly.

Refly pun menyebut bahwa langkah politik NasDem yang seperti ini sangat penuh dengan perhitungan.

 “Ini adalah langkah-langkah politik yang tentu penuh perhitungan,” tegas Refly

Bagikan