Sri Mulyani Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 4,5 Persen Akhir 2021, Alasannya Apa?

Terkini.id, Jakarta – Sri Mulyani optimistis ekonomi RI tumbuh 4,5 persen akhir 2021, alasannya apa? Optimistis terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dengan melihat realisasi pertumbuhan sepanjang semester pertama 2021 di posisi 3,1 persen.

Menurutnya, ekonomi Indonesia diperkirakan akan tumbuh 3,7 persen hingga 4,5 persen di akhir 2021.

“Pertumbuhan ekonomi semester pertama mencapai 3,1 persen, dan keseluruhan tahun diproyeksikan 3,7 persen hingga 4,5 persen,” terang Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin 23 Agustus 2021.

Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap Efek Lonjakan Harga Komoditas: Terbaik Sepanjang Sejarah...

Adapun estimasi pertumbuhan ekonomi Indonesia itu, sebut Sri Mulyani, sudah dengan memperhatikan lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di awal semester kedua 2021. Pasalnya, proses pemulihan ekonomi sebenarnya terjadi baru pada kuartal kedua.

“Kuartal kedua kita lihat kondisi negara ini benar-benar bisa pulih hingga tumbuh 7,07 persen,” imbuhnya

Baca Juga: Tahan Penyaluran DAU di 90 Daerah, Sri Mulyani: Ini Bukan...

Sementara itu, pada kuartal pertama pemerintah masih menerapkan pembatasan sosial guna menekan angka penyebaran virus selama musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kebijakan itu pun terus berlanjut hingga Maret 2021.

“Kuartal pertama recovery kita belum kuat, karena di akhir tahun dalam rangka libur musim Natal dan Tahun Baru kita masih ada PPKM yang berlanjut di Februari-Maret 2021,” beber Sri Mulyani.

Sementara itu, menurutnya, memasuki semester kedua pemerintah kembali menerapkan PPKM Level 4 di sejumlah wilayah penyumbang produk domestik bruto (PDB). Sehingga, pertumbuhan di kuartal ketiga ini akan mengalami kontraksi dan mempengaruhi capaian pertumbuhan ekonomi di akhir tahun.

Baca Juga: Tahan Penyaluran DAU di 90 Daerah, Sri Mulyani: Ini Bukan...

“Namun dilihat kuartal tiga ini nanti ada PPKM, ini pasti akan ada koreksi dan inilah yang kita hadapi untuk perekonomian nasional. Makanya, harus kita jaga juga penyebaran Covid-19,” imbau Sri Mulyani.

Sementara itu, untuk angka inflasi, urainya, pada semester pertama 2021 masih terjaga rendah di angka 1,33 persen. Adapun beberapa negara di dunia seperti Amerika Serikat (AS) tingkat inflasinya sudah kembali di angka lima persen.

Sri Mulyani memperkirakan inflasi di akhir 2021 masih tetap terjadi di angka 1,8 persen hingga 2,5 persen.

“Inflasi diproyeksikan meningkat terbatas di semester kedua seiring dengan kebijakan pembatasan,” jelasnya.

Terkait nilai tukar rupiah dinilai masih relatif stabil dengan rata-rata realisasi pada semester pertama sebesar Rp 14.299. Diperkirakan, pada akhir tahun masih ada di sekitar Rp 14.200 hingga Rp 14.600.

Di samping itu, harga minyak hingga akhir tahun diperkirakan stabil pada harga 55-65 dolar AS per barel. Kendati pun harga minyak pada realisasi semester pertama 2021 mencapai 62,5 dolar AS per barel.

Bagikan