Stand Pitu Riase Ramai Pengunjung, Madu dan Beras Merah Paling Diminati

pitu riase
Stand Kecamatan Pitu Riase di Sidrap Expo

Terkini.id, Sidrap – Sehari jelang penutupan Sidrap Expo, menyisakan kebahagiaan tersendiri bagi para pemilik stand utamanya dari Kecamatan Pitu Riase. Betapa tidak stand kecamatan ini terlihat paling ramai dikunjungi.

Bahkan saat pembukaan, Wakil Bupati Sidrap H Mahmud Yusuf terlihat tertarik dengan berbagai hasil kerajinan tangan masyarakat Pitu Riase.

Salah satu produk yang dipamerkan yang menjadi perhatian khusus Mahmud Yusuf adalah minyak Cengkeh. Bahkan orang no 2 di Bumi Nene Mallomo ini sempat mengacungkan jempol terhadap produk tersebut.

“Ini luar biasa, sisa terus ditingkatkan. Dan banyak hasil kerajinan tangan masyarakat disini yang perlu terus dikembangkan. Tugas pemerintah untuk melakukan pendampingan. Terutama Pemerintah Kecamatan,” ungkap Mahmud Yusuf.

Hingga Jumat 22 Februari 2019, para pengunjung di stand milik Pemerintah Kecamatan Pitu Riase tidak pernah sepi. Bahkan beberapa hasil bumi dan kerajinan tangan masyarakat yang dipajang di stand tersebut habis.

“Alhamdulillah stand kita ramai. Sudah ada beberapa barang yang kita pajang habis, seperti madu asli asal Desa Tana Toro dan Beras merah. Sebelum penutupan sudah habis,” ungkap Ambo Angka yang menjaga selama beberapa hari di stand Kecamatan Pitu Riase tersebut.

Harapan Pemerintah Kecamatan Pitu Riase

Hal sama disampaikan Musdalifah, Staf Kecamatan Pitu Riase ini juga mengaku senang dengan banyaknya pengunjung yang mendatangi stand mereka.

“Kebetulan banyak hasil bumi yang kita pajang seperti merica dan kerajinan tangan seperti gula merah, dan aneka kue tradisional. Ternyata banyak peminatnya,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Kecamatan Pitu Riase, Jemmy Harun mengaku dengan ditampilkannya beberapa hasil bumi dan aneka kerajinan tangan masyarakat Pitu Riase, diharapkan ke depan potensi yang ada di kecamatan terjauh dari ibu kota kabupaten itu bisa diketahui publik.

“Semoga dengan pameran ini, potensi yang ada di kecamatan kami bisa tersosialisasi ke khalayak terutama para pengunjung stand. Sehingga ke depan masyarakat tidak lagi takut membuat kerajinan tangan karena takut tidak laku,” ucap Jemmy.

“Kita yakin dengan Sidrap Expo ini kita bisa menemukan solusi pasar bagi aneka hasil bumi dan kerajinan tangan yang ada di wilayah kami,” pungkasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini