STIM LPI Bersama SEAAM Gelar SEA-AFSID, Panel 5 Pembicara dari 4 Negara

Terkini.id, Makassar – South East Asia Academic Mobility (SEAAM) dan STIM LPI berkolaborasi dengan 12 institusi sukses menggelar acara forum internasional, South East Asia Academic Forum on Sustainable Development (SEA-AFSID) 2020, Senin 14 September 2020.

Pembukaan yang dilakukan secara virtual ini dimulai dengan sambutan Ketua STIM LPI, Andi Nuryadin, M.Si. Dalam sambutan pembukaan, Ketua STIM LPI menyampaikan perlunya abad kolaborasi semua pemangku kepentingan.

Selanjutnya, menghadirkan 5 orang sebagai keynote speaker (pembicara utama) masing-masing prof. Dr. Ir. H. Muh. Hatta Fattah, M. Si. Dari Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof. Emeritus Dato’ Dr. Ahmad Zainuddin dari University College of Yayasan Pahang Malaysia.

Baca Juga: HMJ Pendidikan Matematika UIN Alauddin dan SEAAM Merilis SEARCHMACCA 2021

Begitu pula, Prof. Dr. Onder Kutlu dari Necmettin Erbakan University Turkey, Prof. Dr. Dinil Pushpalal dari Tohoku University, Japan, dan Prof. Dr. Kittisak Jermsittiparsert dari Henan University of Economic and Law, China.

Ismail Suardi Wekke selaku co-chair dalam perhelatan forum akademik se asia tenggara ini menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilakukan dengan berkolaborasi bersama beberapa institusi.

Baca Juga: Panel Rangkaian SEAAFSID STIM LPI dan SEAAM, Bersama Pakar Halal...

“Juga menghadirkan panel-panel yang akan mempresentasikan artikel hasil penelitian”, tutur Ismail Suardi Wekke, komite saintifik SEAAM.

Kegiatan ini rencananya akan berlangsung selama satu pekan, berlangsung dari 14 sampai 20 September 2020 dengan peserta berpartisipasi melalui aplikasi daring.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerjasama yang ditandatangani oleh SEAAM dan STIM LPI sebagai upaya penguatan tri dharma perguruan tinggi.

Baca Juga: Diskusi Sains Terbuka SEAAFSID STIM LPI dan SEAAM, Undang Tiga...

“SEAAM merupakan jaringan kerjasama perguruan tinggi se-Asia Tenggara. Dibentuk sejak 2016, sekarang ini tidak saja menjangkau Asia Tenggara tetapi juga Jepang, Turki, dan China,” tutup Ismail.

Bagikan