Terkini.id – Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian di Indonesia saat ini.
Pada tahun 2022, persentase prevalensi stunting sebesar 21,6% menurut data dari hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada Rapat Kerja Nasional BKKBN, yang diumumkan oleh Kementerian Kesehatan.
Stunting bisa terjadi karena kekurangan gizi atau kurangnya asupan nutrisi yang seimbang dalam makanan, dan dapat mengakibatkan anak mengalami pertumbuhan yang terhambat, baik dari segi fisik maupun kognitif.
Di samping itu, kondisi ini bisa berdampak pada masa depan anak, karena bisa menyebabkan masalah kesehatan dan perkembangan yang serius.
Oleh karena itu, penting untuk mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah dan mengatasi stunting.
- Atasi Stunting, Wakil Bupati Sidrap Tekankan Orang Tua Selektif dan Perhatikan Asupan Gizi Anak
- Percepat Penurunan Stunting, Wakil Bupati Sidrap dan TP PKK Intensifkan PMT Berbasis Pangan Lokal
- 84 Peserta Berebut Kursi Kepala Puskesmas, Seleksi Transparan Digelar Pemkot Makassar
- Pemerintah Sulawesi Utara Percepat Pembangunan Dapur MBG
- Wakil Wali Kota Makassar: Pemerintah Harus Hadir Penuh dalam Percepatan Penurunan Stunting
Penyebab Stunting
Stunting disebabkan oleh berbagai faktor, baik faktor biologis maupun non-biologis.
Beberapa faktor biologis yang dapat menyebabkan stunting antara lain faktor genetik, prematuritas, infeksi, dan kesehatan ibu selama kehamilan.
Sedangkan faktor non-biologis yang dapat menyebabkan stunting antara lain kurangnya asupan gizi, sanitasi dan hygiene yang buruk, serta kemiskinan.
Bahaya Stunting
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
