Indonesia Semakin Panas, BRIN: Gedung Tinggi Semakin Banyak, Pepohonan Berkurang

Terkini.id, Jakarta –  Suhu di Indonesia terasa semakin panas akhir akhir ini yang menimbulkan ketidaknyamanan dalam beraktifitas karena suhu yang cukup panas. Ternyata terdapat beberapa alasan dari peristiwa tersebut.

Masyarakat mulai mengeluhkan terkait suhu yang semakin panas dan mengangu saat beraktifitas, Badan Riset dan Inovasi Nasional akan menjawab beberapa pertanyaan tersebut mengenai peningkatan suhu di Indonesia yang semakin panas dikarenakan adanya Urban Heat Island, dilansir dari suara.com, Sabtu, 14 Mei 2022.  

Urban Heat Island adalah fenomena alam yang disebabkan oleh tingkat pepohonan di Indonesia yang semakin berkurang pada suatu kawasan dengan perbandingan bertambahnya jumlah gedung-gedung di kawasan pemukiman khususnya pada kawasan perkotaan yang sudah jarang ditemui pepohonan.

Baca Juga: Waspada Hujan Lebat Dua Hari ke Depan, BMKG Juga Peringatkan...

Perubahan tersebut dan ketidakseimbangan antara  bertambahnya gedung tingkat namun tidak diseimbangi dengan menanam lebih banyak pepohonan, fungsi lahan ini yang menyebabkan fenomena suhu di Indonesia semakin panas. 

Hal ini dikarenakan material bangunan tersebut yaitu semen dan beton yang sulit untuk mendingin dan lebih mudah untuk menyerap panas

Baca Juga: Gempa M5,3 Guncang Pacitan Jatim dan Sekitarnya, Begini Penjelasan BMKG

Sehingga peningkatan suhu panas  tidak hanya berasal dari sinar matahari tetapi juga karena material bangunan tersebut yang juga menyerap panas

Perlu diketahui bahwa bukan hanya Urban Heat Island yang menjadi penyebab kenaikan suhu.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan alasan lain yang mempengaruhi suhu di Indonesia semakin panas, karena pada dasarnya Indonesia sudah memasuki musim kemarau.

Baca Juga: Gempa M5,3 Guncang Pacitan Jatim dan Sekitarnya, Begini Penjelasan BMKG

Memasuki musim kemarau, terjadi perubahan suhu dengan udara panas disertai kelembapan udara yang tinggi.

Berdasarkan hal tersebut maka semakin banyak uap air yang dikandung udara, maka akan semakin panas suhu disekitar kita. 

BMKG mengungkapkan terkait suhu maksimum di Indonesia yang mampu mencapai 36,1 derajat celcius.

Kondisi tersebut terjadi pada wilayah Tangerang-Banten dan Kalimantan Utara. Temperatur maksimum tersebut pernah sama terjadi pada tahun 2018 dan 2019.

Pada tahun 2019, di Palembang pernah mencapai suhu maksimum mencapai 38,8 derajat celcius.

Hal ini juga pernah terjadi di Temindung Samarinda dengan suhu yang sama pada tahun 2018 di bulan Mei

Wilayah Sentani, Papua juga pernah mencapai suhu lebih dari 36 derajat celcius, sedangkan untuk wilayah Jabodetabek sendiri pernah mencapai 35 derajat celcius suhu maksimal, yaitu pada Kemayoran dan Tanjung Priok mencapai 34,8.

BMKG sendiri menghimbau pada masyarakat untuk tidak panik menghadapi kenaikan suhu panas dan menyarankan untuk memakai tabir surya, rajin mengkonsumsi buah segar dan sering meminum air ketika beraktifitas di luar ruangan.

 

Bagikan