Terkini.id, Jakarta – Dua hari berlalu pasca tragedi bom bunuh diri di Gereja Katolik Hati Yesus Yang Mahakudus atau Katedral Makassar, kini ditemukan surat wasiat bomber alias pelaku bom bunuh diri tersebut.
Dalam sebuah surat yang diyakini ditulis tangan oleh sang pelaku bom bunuh diri laki-laki, ia memohon maaf pada keluarga, terutama sang ibu.
Selain itu, ia juga sangat berharap agar sekiranya kelak mereka semua akan kembali dipertemukan di surga.
Ia juga mengaku bahwasanya apa yang dilakukannya tersebut semata-mata untuk “menyelamatkan” keluarga.
Adapun surat itu ditemukan ketika polisi melakukan penggeledahan di rumah Lukman yang meledakkan diri bersama sang istri yang baru dinikahinya sekitar tujuh bulan lalu.
Surat wasiat yang ditinggalkan oleh Lukman rupanya ditujukan untuk sang ibu dan sang adik.
Tak butuh waktu lama, sesaat setelah surat wasiat tersebut muncul, kini telah beredar luas dan menjadi viral di media sosial.
Mulanya, banyak yang merasa sangsi akan kebenaran surat wasiat tersebut terkait asli atau tidaknya.
Namun, belakangan, media arus utama seperti tvOne bahkan telah menayangkan foto surat wasiat tersebut dan ikut menarasikan bahwa surat itu memang adalah milik pelaku bom bunuh diri Gereja Makassar.
Dalam surat yang beredar, Lukman tampak mengingatkan keluarganya untuk senantiasa beribadah.
Ia juga memohon maaf sambil berpamitan selagi berharap bahwa kelak mereka akan kembali dikumpulkan di surga.
Selain itu, Lukman juga berpesan kepada ibunya untuk jangan sekali-kali berurusan dengan bank lantaran uang di bank itu riba dan tidak diberkahi Allah.
Penasaran bagaimana isi lengkap surat wasiat milik Lukman, pelaku bomber Gereja Makassar? Berikut selengkapnya yang telah dirangkum oleh terkini.id:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Wasiat kepada orang yang saya cintai karena Allah.
Wahai ummy-ku minta maaf kalo ada salahku, baik perilaku maupun lisanku.
Janganki lupa senantiasa beribadah kepada Allah dan janganki tinggalkan sholat. Semoga Allah kumpulkanki di surganya.
Ummy sekali lagi minta maafka, kusayang sekaliki tapi Allah lebih menyayangi hambanya.
Makanya saya tempuh jalanku sebagai mana jalan Nabi/Rasul Allah untuk selamatkanki dan bisaki kembali berkumpul di surga.
Satu ji pesanku buat kita ummy, berhenti ambil uang bank karena uang bank itu riba dan tidak diberkahi oleh Allah.
Ini ada uang simpananku 2.350.000 untuk bayar pinjaman di bank dan itu uang kontrak rumahku masih ada 5 bulan di karyawan laundrynya Mus. 500.000/bulan na kontrakan ambil Meri tiap bulan, simpanki untuk bayar pinjaman.
Pitto, minta maafka kalau ada salahku dek, baik itu lisanku maupun perbuatanku dulu. Satu pesanku untuk kau dek, jaga ummy baek-baek.
Kau mami bisa jaga ummy dan jangan juga malas-malasan sholat dan jangan bergaul-gaul, fokus saja bantu ummy.
Istiqomahki semua di jalan ini nah ummy, Pitto dan keluargaku yang saya cintai karena Allah.
Semoga Allah kumpulkanki di surga dan semua sodarahnya (saudara) dan keluarga bapakku.
Muh. Lukman Alfariz
Catatan:
Surat wasiat di atas kental dengan dialek Makassar, tetapi semoga masih bisa dipahami oleh pembaca sekalian.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
