Syarat SNBP 2023: Bisa Pilih Dua Prodi, Salah Satunya Harus PTN Sesuai Daerah Asal SMA

Syarat SNBP 2023: Bisa Pilih Dua Prodi, Salah Satunya Harus PTN Sesuai Daerah Asal SMA

AS
R
Asmawati Syam
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta– Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) membeberkan salah satu syarat Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun 2023. Budi Prasetyo Widyobroto selaku Ketua Pelaksana Eksekutif SNPMB menyebut calon peserta SNBP dapat memilih maksimal dua program studi (prodi) dan salah satunya harus PTN yang sesuai daerah asal sekolah calon mahasiswa.

“Setiap peserta diizinkan untuk mendaftar dan memilih dua prodi. Nah, khusus SNBP itu kita ada kesepakatan di para rektor bahwa kalau memilih dua prodi itu salah satunya PTN harus berada di provinsi yang sesuai dengan SLTA nya,” ungkap Budi dalam program Indonesia Forward CNNIndonesia TV pada Kamis, 1 Desember 2022.

“Jadi, misalnya SMA di Makassar mau memilih UI dan ITS tidak boleh. Jadi memilihnya yang satu entah UNHAS atau UNM,” timpalnya.

SNBP 2023 juga dinilai melalui dua komponen. Pertama, penilaian yang dihitung berdasarkan nilai rata-rata rapor seluruh mata pelajaran, paling sedikit 50 persen dari dari bobot penilaian.

Kedua, penilaian yang dihitung berdasarkan nilai rapor paling banyak dua mata pelajaran pendukung program studi yang akan dituju, portofolio, serta prestasi paling banyak 50 persen dari bobot penilaian.

Sementara itu, Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dilakukan dengan menggunakan tes terstandar berbasis komputer atau tes. SNBT sendiri mengukur potensi kognitif, penalaran matematika, literasi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Seperti halnya SNMPTN yang berganti nama menjadi SNBP, SNBT merupakan istilah baru untuk Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN).

Dalam skema SNBT, setiap siswa diperbolehkan memilih dua prodi pada satu PTN atau masing-masing satu prodi pada dua PTN. Kemudian, dalam SNBT peserta dapat menambahkan persyaratan portofolio untuk prodi seni dan olahraga.

“SNBT seperti tahun sebelumnya, tapi tahun ini kita kita melakukan tes itu sekali, dalam sekali ada dua gelombang. Setiap gelombang ada tujuh hari, setiap hari ada dua sesi, jadi ada 28 sesi kira-kira,” kata Budi.

“Itu kita sudah bisa melayani 900 ribu hingga 1 juta peserta, sehingga setelah tes di pusat-pusat UTBK PTN. Kita akan melakukan scoring dan diadakan seleksi itu yang berdasarkan tes,” timpalnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.