Syukuran Kemenangan, Karangan Bunga Mulai Berjejer di Rumah Prabowo

Karangan bunga di rumah Prabowo Subiant.(merdeka.com)
Karangan bunga di rumah Prabowo Subiant.(merdeka.com)

Terkini.id, Jakarta – Capres Prabowo Subianto, malam hari ini akan melakukan syukuran kemenangan Pilpres 2019.

Hingga saat ini, persialan telah dilakukan. Tenda dan panggung sedang dipasang di rumahnya, di Jalan Kertanegara, Jakarta. Sejumlah orang sibuk memasang tenda di lokasi yang sama.

Bukan cuma itu, karangan bunga juga terjejer rapi di halaman rumah capres nomor urut 02 itu.

Dilansir dari merdeka.com, beberapa karangan bunga bertuliskan ucapan selamat atas kemenangan Prabowo-Sandi sebagai Presiden-Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 telah berjejer.

Karangan bunga tersebut kebanyakan berasal dari para relawan seperti relawan aksi mendukung Prabowo-Sandi (RAMPAS), relawan wag Garuda Merah Putih, yayasan Padi Indonesia Jaya, Generasi Cinta Negeri, relawan PAS Garuda Merah Putih.

Panggung tersebut disiapkan sebagai tempat untuk Prabowo-Sandi menyampaikan orasi sekaligus deklarasi kemenangan berdasarkan hasil survei internal Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Sandiaga Uno Kemungkinan Tak Hadir

Sementara itu, Sandiaga Uno dikabarkan mungkin tidak menghadiri acara tersebut.

Sandiaga dikabarkan masih sakit dan lemas. Hal tersebut disampaikan Jubir BPN, Dahnil Anzar Simandjuntak, ditemui di rumah Sandiaga, Jalan Pulombangkeng Nomor 5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat 19 April siang.

Usai salat Jumat, Dahnil menyampaikan, Sandiaga dijadwalkan akan memeriksakan kondisi kesehatannya ke rumah sakit terdekat.

“Setelah ini memang kondisi Bang Sandi masih belum fit ya. Setelah ini Bang Sandi akan lakukan serangkaian proses medis, pemeriksaan darah, kemudian beberapa proses pemeriksaan, karena Bang Sandi nyaris belum fit sampai dengan detik ini. Dan kemungkinan akan istirahat di sini,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, meskipun kemungkinan tak datang ke acara syukuran, Sandiaga terus menjalin komunikasi dengan Prabowo.

Keduanya pun juga berkoordinasi terkait langkah-langkah ke depan pasca Pemilu.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

Tanda-tanda Resesi

17 Agustus tahun ini.Tiga hari sebelumnya.Jam 6 pagi waktu New York.Itulah hari pertama kurva terbalik: yield bond jangka panjang lebih rendah dari yield bond
Opini

74 Tahun Indonesia, Merdeka dalam Penindasan

TANGGAL 17 Agustus 2019, bangsa Indonesia dari Sabang sampai Marauke memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 tahun.Berbagai macam bentuk kegiatanpun dilakukan dalam rangka
Opini

Memaknai Kemerdekaan Bukan Sekedar Simbolik

TUJUH belas Agustus merupakan momentum bersejarah sepanjang rentetan peristiwa, yang turut menghiasi dalam konsep Indonesia.Euforia kemerdekaan menggema dari berbagai penjuru mendengar teks proklamasi di
Opini

Aktivis Repotlusioner

SEJARAH gerakan mahasiswa secara heroik menggambarkan kecerdasan dan militansi perjuangan mahasiswa dalam menciptakan gerakan massa dengan tujuan memperbaiki kebobrokan tatanan yang ada di Indonesia.Bagi
Opini

Mengapa Pemadaman Listrik Begitu Lama?

DI mana-mana terjadi mati listrik. Di Amerika, Eropa apalagi Indonesia. Penyebabnya yang berbeda.Persoalannya: Seberapa sering.Seberapa luas.Seberapa lama.Ada kalanya sering mati lampu. Itu karena produksi
Opini

Mensegerakan Revisi PP No. 44 Tahun 2015

KEHADIRAN program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan terus memberikan manfaat bagi pekerja kita. Khusus untuk Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan
Opini

Aspal Buton sebagai Aspal Berongga

Buku hasil adaptasi dari disertasi penulis  yang diselesaikan pada program studi Teknik Sipil Universitas Hasanuddin pada tahun 2018 lalu.Buku ini menganalisis pengaruh penambahan bahan
Opini

Titanium Megawati

"Tulis dong soal pidato Bu Mega di Bali"."Tidak mau"."Menarik lho pak. Apalagi kalau DI's Way yang menulis"."Politik. Sensitif," balas saya."Soal Sengon 1 Triliun itu
Opini

Cara BUMN Tiongkok Berkembang

PADA tahun 2015, pemerintah China melakukan reformasi radikal terhadap BUMN. Dari total 117 BUMN, disusutkan menjadi 98 BUMN saja. Dampaknya bukan hanya pengurangan jumlah BUMN