Tak Mau Terima Kekalahan? Begini Kondisi Psikologis Orang yang Kecewa

Terkini.id, Jakarta – Setelah proses pemilu berlangsung, banyak kandidat yang tidak mau langsung menerima kekalahan saat melihat hasil survei yang mengunggulkan lawannya.

Sejumlah calon kepala daerah yang dinyatakan kalah menurut survei, acapkali tetap mengklaim belum kalah saat hasil quick count menunjukkan lawannya menang.

Apalagi, jika hasil quick count tersebut menunjukkan selisih suara yang tipis. Lalu, survei internalnya menunjukkan dirinya masih menang.

Saat proses quick count yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei mengunggulkan pasangan 01 Jokowi-Ma’ruf Amin, capres Prabowo Subianto mengklaim bahwa survei tersebut tidak bisa dipercaya.

Saat menyampaikan pidato tadi malam, Rabu 17 April 2019, Prabowo Subianto meminta pendukungnya tidak mempercayai hasil survei di televisi, kemudian mengklaim dirinya menang lalu sujud syukur.

Bagaimana kondisi psikologis orang-orang yang mengalami duka lara, kehilangan, atau kekecewaan berat akibat kekalahan?

Dalam dunia Psikologi, tahapan kekecewaan yang disebut “the Five Stages of Grief” dari Elizabeth Kubler-Ross cukup sering diulas.

Menurut Kubler-Ross, orang yang kecewa atau berduka itu akan melewati 5 tahap, antara lain:

1. Denial (penyangkalan)

Reaksinya terkejut. Mungkin dia akan bilang: “ini tidak mungkin!”, “bagaimana mungkin bisa terjadi?!”

2. Anger (marah-marah)

Mulai sadar dari kenyataan, akan tetapi belum bisa terima. Marah-marah diproyeksikan ke orang lain.

3. Bargaining (tawar menawar, timbang menimbang).

Ini disebut juga dengan fase berandai andai. Seandainya kemarin saya… atau seharusnya kemarin saya….

4. Depression (depresi)

Biasanya ditunjukkan dengan perilaku menarik diri, putus asa, menyerah pada keadaan.

5. Acceptance (Penerimaan)

Tahap ini individu mulai menyadari dan menerima keadaan. Hidup harus terus berjalan. Dunia belum kiamat. Masih ada hari esok.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

Seni Perang Sun Tzu

UMUM menerima Sun Tzu sebagai jenderal besar, ahli strategi militer, dan ahli filsafat. Ia dipandang sebagai penulis buku klasik “The Art of War” yang
Opini

Sebab Kita Semua adalah Garuda

HARI ini kita menyaksikan sebuah peristiwa bersejarah. Setelah semua kontestasi yang membuat bangsa ini terpolarisasi. Setelah hiruk pikuk perdebatan bahkan caci maki di media
Opini

Legalitas vs Moralitas

DALAM mendefenisikan kebenaran itu harus ada dua hal yang mendasari. Dasar legalitas (hukum) dan dasar moralitas (etika). Keduanya boleh jadi saling mengikat.Hukum tanpa moralitas
Opini

Keputusan Itu

SEBUAH keputusan itu tidak selamanya menyenangkan. Jangankan keputusan manusia, yang seringkali penuh dengan intrik kepentingan dan manipulasi.Keputusan Allah saja, jika tidak sesuai keinginan dan
Bisnis

Tutupnya Gerai Giant

GIANT itu dimiliki oleh Group Hero. Hero sendiri didirikan oleh MS Kurnia pada 23 Agustus 1971, namanya Hero Mini Supermarket yang bertempat di Jalan
Opini

Libra Bitcoin, Mata Uang Baru dari Facebook

BITCOIN memang belum bisa meruntuhkan mata uang. Bahkan sempat melemah. Tapi beberapa hari terakhir ini on fire lagi. Gara-gara Facebook bikin kejutan: meluncurkan 'mata
Opini

Bisikan Nurani

PARA ahli hikmah mengatakan, ada tiga hal yang manusia tak akan mampu dustai atau ingkari. Manusia boleh berpura-pura mengingkarinya. Tapi sesungguhnya ketiganya adalah realita