Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL) Lemhanas,Agum Gumelar, meminta seluruh alumni Lemhannas mendukung dan mengawal program prioritas Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.
Mantan Ketua Umum PSSI, Agum Gumelar meminta Mochamad Iriawan atau Iwan Bule untuk segera menyelesaikan kasus tragedi Kanjuruhan sampai tuntas. Agum tegaskan Iwan Bule untuk tak boleh lari dari tanggung jawab atas tragedi kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu 1 Oktober 2022 lalu. Menurutnya, Iwan Bule harus bertanggungjawab atas tragedi Kanjuruhan itu dengan tidak mundur dari jabatannya sebagai ketua umum PSSI. "Tidak mundur adalah bentuk pertanggungjawabannya sebagai ketua umum PSSI. Iriawan mesti menyelesaikan kasus itu sampai tuntas," tegas Agum, Senin 10 Oktober 2022, dikutip dari Suara.com jaringan Terkini.id. Agum juga menanggapi baik atas kedatangan Iwan Bule ke Malang segera usai peristiwa tragedi Kanjuruhan terjadi, untuk menemui para korban. "Itu saya kira juga sebagai bentuk tanggung jawab," katanya. Selain itu, Agum juga meminta kepada Iwan Bule untuk terus terang dan terbuka dengan menerima segala rekomendasi dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang dipimpin oleh Menko Polhukam, Mahfud MD. Menurut Agum, apapun hasil temuan dan rekomendasi dari TGIPF itu adalah upaya untuk memperbaiki kondisi sepak bola di Indonesia. "Jadikan itu masukan dan kemudian dilaksanakan. Siapa pun pasti ingin kompetisi sepak bola di tanah air semakin baik. Kompetisi itu jantungnya sepak bola. Kompetisi yang baik akan menghasilkan tim nasional yang baik pula," papar mantan Menteri Pertahanan tersebut. Kemudian, Agum berpesan kepada siapapun yang ingin menjadi ketua umum PSSI selanjutnya, untuk menempuh mekanisme dan prosedur organisasi yang ada. "Siapa yang terbaik pasti akan dipilih oleh pemilik suara,'' pungkasnya.
Sebuah video yang memperlihatkan Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar tengah pidato dan menyinggung soal gerakan 212 yang hendak memecah belah antara institusi Polisi dan TNI, viral di media sosial.
Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Warakawuri TNI-Polri (Pepabri), Jenderal (purn) Agum Gumelar menyoroti pernyataan Gatot Nurmantyo yang menyebut TNI sudah disusupi paham Komunis.