Agum Gumelar Singgung 212: Teriakan Mereka Polisi Musuh, TNI Kawan

Terkini.id, Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar tengah pidato dan menyinggung soal gerakan 212 yang hendak memecah belah antara institusi Polisi dan TNI, viral di media sosial.

Video pidato Agum Gumelar singgung 212 soal Polisi dan TNI itu viral usai diunggah pengguna Twitter Bambangmulyono2, seperti dilihat pada Senin 28 Februari 2022.

Dalam narasi cuitannya, netizen itu mengutip ulang pernyataan Agum Gumelar dalam tayangan video pidatonya tersebut.

Baca Juga: WN China Diduga Pelaku Pemerkosaan Belum Memenuhi Panggilan Polisi, Netizen:...

Selain itu, sang netizen juga berharap kepada institusi Polri dan TNI agar tetap solid demi menjaga keutuhan NKRI.

“POLISI musuh kita, TNI kawan kita… Itu teriakan 212 yang ingin memecah belah bangsa…. TNI dan POLRI harus tetap SOLID demi NKRI tetap utuh,” cuit netizen Bambangmulyono2.

Baca Juga: Agum Gumelar Bicara Soal Anggota TNI Aktif yang Menentang Pancasila

Dilihat dari video itu, tampak Jenderal Purnawirawan Agum Gumelar tengah menyampaikan pidatonya di atas mimbar.

Ia pun kemudian membeberkan adanya kekuatan dari kelompok kecil yang ingin membubarkan bangsa Indonesia.

Menurutnya, kelompok itu tahu betul jika TNI-Polri tetap solid maka sangat sulit untuk memecah belah bangsa Indonesia.

Baca Juga: Agum Gumelar Bicara Soal Anggota TNI Aktif yang Menentang Pancasila

Oleh karenanya, kata Agum, kelompok tersebut lebih dulu ingin memecah belah dua institusi keamanan negara itu.

“Kekuatan yang ingin membubarkan bangsa ini pintar mereka walaupun kecil. Mereka tahu betul kalau TNI-Polri solid, susah untuk memecah belah. Maka diupayakan lebih pecah dulu,” ungkapnya.

Jenderal Purnawirawan TNI itu pun kemudian membeberkan kelompok yang ia maksud itu yakni, gerakan 212.

Menurut Agum Gumelar, kelompok 212 kerap meneriakkan ‘Polisi Musuh, TNI Kawan’ untuk memecah belah dua institusi keamanan itu.

“212 apa teriakannya? Polisi musuh kita, TNI kawan kita. Ah, itu berarti memecah belah. Hati-hati jangan mau kita dipecah belah,” ujarnya.

Bagikan