Demokrasi di Indonesia kembali terancam menyusul penangkapan dosen dan aktivis HAM Robertus Robet di rumahnya Rabu, 6 Maret 2019 sekitar pukul 23.45 WIB kemarin oleh kepolisian.
Penangkapan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Robertus Robet, yang juga merupakan salah satu pendiri Amnesty International Indonesia, karena mengkritisi wacana penempatan anggota TNI aktif di jabatan-jabatan sipil merupakan penanda belum tuntasnya reformasi di tubuh militer dan sekali lagi mendorong polisi untuk bertindak sebagai alat untuk merepresi kebebasan berpendapat dengan menetapkannya sebagai tersangka.