Tak Menanggung Pemeriksaan Rapid Test, BPJS Disoroti

Tak Menanggung Pemeriksaan Rapid Test, BPJS Disoroti

K
EP
Kamsah
Echa Panrita Lopi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Tun Azikin menilai, seharusnya BPJS kesehatan menanggung pemeriksaan rapid test, terkhusus kepada ibu hamil.

Ia beralasan, pemeriksaan massal rapid test cukup signifikan sebagai deteksi awal gejala virus corona atau Covid-19.

“Semua ibu hamil harus di rapid test kalau reaktif harus di Swab. Harusnya dimasukkan dalam paket klaimnya BPJS,” kata Naisyah, 24 Juni 2020.

Menurut Naisyah hal itu menjadi keluhan masyarakat sejak beberapa waktu lalu. Ia mengatakan pihak BPJS kesehatan berdalih menunggu respons Pusat.

“Dia bede lapor ke pusat, saya kan sudah menelpon dari berapa lama, sekarang saya minta jawabannya apa responsnya pusat. Sudah laporkan ke DPR RI, sekarang saya minta respons BPJS, apa responnya pusat,” terangnya.

Baca Juga

Padahal, kata Naisyah, Menteri Kesehatan telah menginstruksikan ibu hamil wajib rapid test terlebih dahulu.

Pelayanan rapid test harus disediakan, tak hanya ditanggung pemerintah setempat.

“Kan sudah ada edaran menteri kesehatan, semua ibu hamil yang akan melahirkan itu harus dirapid, kalau reaktif harus diSwab. Tapi kan harus ditindaklanjuti ke bawah, siapa yang siapkan rapidnya,” paparnya.

Disi lain, Naisyah menuturkan bahwa tak semua daerah mampu mengalokasikan pengadaan rapid test secara massal.

“Nah kalau daerah yang punya uang, okelah. Tapi kalau daerah yang tidak mampu, bagaimana caranya,” tuturnya.

Hal ini juga berdampak pada tenaga medis jika semua pasien umum tak melakukan pemeriksaan rapid test terlebih dahulu. Petugas, kata Naisyah, lebih rentan terpapar Covid-19.

“Dampak-dampaknya yang terkontaminasi kan petugas kesehatan,” tukasnya.

Untuk itu, Naisyah menegaskan pihak BPJS harus memikirkan keselamatan petugas kesehatan dengan menanggung biaya rapid test bagi pasien

“Makanya saya bilang tadi, kau BPJS jangan menuntut, kalau melayani pesertamu dengan baik, tapi kau tidak pikir dampaknya kepada tenaga kesehatan,” kesal Naisyah.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.