Terkini.id, Jakarta – Karopenmas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengungkapkan bahwa awalnya aparat kepolisian tak berniat menembak mati perempuan pelaku teror Mabes Polri Zakiah Aini.
Semula, kata Rusdi, petugas hanya berniat melumpuhkan Zakiah Aini dan bukannya menembak mati gadis berusia 25 tahun itu.
“Awalnya ingin melumpuhkan,” kata Brigjen Rusdi, Kamis 1 April 2021 seperti dikutip dari Cnnindonesia.com.
Akan tetapi, lanjut Rusdi, situasi saat peristiwa itu terjadi mengharuskan aparat melakukan tindakan tegas mengingat Zakiah terlihat memegang senjata api yang dapat membahayakan anggota maupun warga sekitar Mabes Polri.
Hingga akhirnya, aparat kepolisian menembak mari perempuan kelahiran 1996 tersebut.
- 'Kamu Anak yang Baik', Tangis Ibunda Zakiah Aini Sebelum Tinggalkan Makam Putrinya
- Zakiah Aini Lolos dari Penjagaan Ketat, Polri Akui Metal Detector Sempat Bermasalah
- Rumah Zakiah Aini Penyerang Mabes Polri Didatangi Polisi, Bawa Sembako
- Mantan Teroris Tanggapi Serangan Mabes Polri: Menarik, Ini Membuat Laki-laki Malu
- Ungkap Sosok Zakiah Aini, Ketua RT: Dia Tak Punya Teman
“Situasi sekarang ketika melakukan penyerangan dan dilihat menggunakan senjata yang mematikan, tentunya, apalagi masuk ke markas Polri, ini sah saja ketika dilakukan pelumpuhan seperti itu,” tutur Brigjen Rusdi.
Rusdi pun mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait bagaimana Zakiah Aini bisa masuk ke dalam Mabes Polri dengan membawa senjata.
Ia menduga, Zakiah Aini menyimpan senjata api tersebut di bagian tubuhnya.
Adapun terkait lolosnya senjata api Zakiah itu dari penjagaan gerbang Mabes Polri, Rusdi mengatakan sedang melakukan audit soal keamanan.
“Ya itu yang masih kita dalami karena tersangkanya kan ZA meninggal dunia dia, ya. Dimungkinkan dia masukkan di bagian tubuhnya, entah di pinggang atau di mana ya. Itu kenyataan memang lolos dari penjagaan. Ini sedang diaudit masalah pengamanan kita,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
