Terkini.id, Toraja – Desainer dan produsen pakaian batik di Yogyakarta, Galeri Tanah Bulan, tak terima lantaran motif desain batik karya orisinil dari galerinya dijiplak oleh desainer lain di Toraja, Sulawesi Selatan.
Desainer sekaligus Owner Galeri Tanah Bulan, Putri Ramadhany mengungkapkan, dirinya pertama kali mengetahui desain batik karyanya dijiplak yakni saat melihat event Toraja Internasional Festival 2020.
Putri mengatakan, tiap tahunnya Galeri Tanah Bulan memang mengikuti Event Toraja Internasional Festival tersebut. Namun, di tahun 2020 ini pihaknya tak ikut berpartisipasi.
Putri pun merasa kaget saat melihat pemandu acara (MC) event tersebut mengenakan pakaian batik yang motifnya sama persis dengan desain batik karyanya.
“Tiap tahun kami ikut Toraja Internasional Festival, kecuali tahun 2020 ini. Saat saya lihat event Toraja Festival tahun ini, ternyata MC nya tahun ini pakai baju batik yang motifnya sama dengan motif original hasil karya saya,” ujar Putri kepada wartawan, Jumat 18 Desember 2020.
- Tingkatkan Kesehatan Mental, Tim BK S2 UNM Uji Program Psikososial-Spiritual Murid SD di Makassar
- Browcyl Hadirkan Promo "Road to 14 Tahun", Warga Gowa Antusias Serbu Paket Spesial
- Pemkot Makassar: Anggaran Rp10 Miliar Bukan untuk Konsumsi Pribadi Wali Kota
- Wujudkan Kemandirian Pangan, Bupati Jeneponto Hadiri Panen Raya Jagung Nasional dan Peresmian Fasilitas Pangan
- Untuk Pertama Kalinya, Pupuk Subsidi Hadir di Rongkong Luwu Utara
Batik yang dikenakan MC festival tersebut, kata Putri, berasal dari galeri lain yang ada di Toraja.
“Batiknya MC yang dipakai itu dari galeri lain yang ada di Toraja,” ujar wanita lulusan Batik Fashion Intitut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini.
“Tapi bahan motifnya dia (galeri di Toraja) dari bahan printing, kalau bahan motif saya asli dari bahan cap batik,” sambungnya.
Putri sendiri sudah mulai mendesain dan memproduksi batik sejak 2017 silam. Namun baru pertama kali ini desainnya dijiplak.
“Ini baru pertama kali (dijiplak), tapi rasanya sakit,” ujarnya.
Batik karya desainer Putri Ramadhany juga sudah pernah dipakai oleh sejumlah model dan publik figur tanah air.
Putri pun mengaku tidak mempermasalahkan pihak penyelenggara event Toraja Internasional Festival 2020 terkait hal itu.
Ia hanya tak terima desain batik karya orisinilnya tersebut dijiplak oleh desainer lain di Toraja.
Sementara itu, pihak MC Toraja Internasional Festival 2020, Erick saat dikonformasi mengaku sama sekali tak tahu bahwa batik yang ia kenakan itu merupakan hasil jiplak dari karya desainer lain.
“Bajunya itu baju endorsement dari galeri di Toraja yang aku pakai di acara dengan kompensasi produknya aku promosikan,” ujar Erick saat dihubungi, Jumat 18 Desember 2020.
Saat pertama kali diminta memakai batik jiplak tersebut, Erick sudah menyampaikan kepada pihak galeri itu bahwa batik tersebut mirip dengan batik yang ia kenakan saat jadi MC di Festival Internasional Toraja pada tahun 2018 lalu.
Adapun batik yang ia pakai pada 2018 itu, kata Erick, merupakan karya dari galeri Putri Ramadhany.
“Pada saat saya diminta pakai batik itu, saya bilang mirip dengan batik yang saya pakai saat MC di 2018. Itu batik karya mba Putri,” ungkapnya.
“Pihak galerinya (galeri di Toraja) cuma bilang itu koleksi terbarunya mereka. Ya udah saya tidak tahu apa-apa,” tambahnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak awak media masih berusaha menghubungi pihak terkait yang menangani persoalan plagiat, dalam hal ini Hak Kekayaan Intelektual Indonesia (HAKI).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
