Terkini.id – Batik lebih dari sekedar karya seni, namun batik memiliki beragam motif dan warna yang mencerminkan kekayaan budaya dan keberagaman etnis di Indonesia.
Selain itu, setiap motif batik sering kali memiliki makna dan simbolik tertentu yang mencerminkan nilai-nilai lokal dan spiritual.
Pada awalnya, batik digunakan oleh kalangan kerajaan dan bangsawan sebagai lambang status sosial. Namun seiring berjalannya waktu, batik menjadi lebih merakyat dan diterima oleh masyarakat umum.
Dilansir dari Good News From Indonesia, Pada tahun 2009 UNESCO secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda Manusia.
Perkembangan zaman telah melahirkan berbagai tren fashion yang tersebar di belahan dunia. Sebagai Generasi muda harus melakukan gebrakan baru dengan rencana menarik untuk mengubah sudut pandang mengenai penggunaan kain batik. Maka Generasi Z harus mampu mengambil andil dalam upaya melestarikan budaya dalam dunia fashion.
Media sosial memainkan peran penting dalam mempopulerkan batik dengan menyediakan platform untuk membagikan informasi, gambar, dan cerita terkait batik.
Melalui platform Instagram dan TikTok, pengguna dapat belajar tentang sejarah, desain terkini, dan upaya pelestarian batik.
Selain itu, media sosial memfasilitasi kolaborasi antara desainer, produsen, dan pecinta batik, membantu memperluas jangkauan budaya batik di tingkat global.
Banyak dari kalangan muda mudi berbagi gaya dengan batik, memperluas dampaknya dan memicu minat di kalangan teman dan pengikut mereka.
Upaya berkain dalam berbagai aktivitas oleh kaum muda mudi bukan hanya sekadar tren belaka, melainkan sebuah langkah konkret dalam melestarikan sekaligus memperkenalkan budaya batik Indonesia ke mancanegara. Banyak generasi muda merasa bangga untuk memakai dan mendukung warisan budaya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
