Tak Terpengaruh Dampak Natuna, Rupiah-Yuan Tetap Perkasa

Selama ini tidak ada koreksi signifikan terhadap mata uang kedua negara yang disebabkan perselisihan terkait Natura. Pasalnya, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp 13.638 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot pagi ini, Jumat 17 Januari 2020. Posisi mata uang rupiah menguat lima poin atau 0,04 persen dari sebelumnya Rp 13.643 per dolar AS pada Kamis 16 Januari 2020. / Istimewa

TERKINI.id, JAKARTA – Tak Terpengaruh Dampak Natuna, Rupiah-Yuan Tetap Perkasa. Kisruh di kawasan perairan Natuna antara Indonesia dan Tiongkok, tampaknya tak berimbas di sektor perekonomian. Realisasinya, pergerakan fluktuasi lebih disebabkan faktor ekonomi dalam sub finansial.

Buktinya, selama ini tidak ada koreksi signifikan terhadap mata uang kedua negara yang disebabkan perselisihan terkait Natura. Pasalnya, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp 13.638 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot pagi ini, Jumat 17 Januari 2020. Posisi mata uang rupiah menguat lima poin atau 0,04 persen dari sebelumnya Rp 13.643 per dolar AS pada Kamis 16 Januari 2020.

Sementara, yuan Tiongkok sendiri naik ke kisaran 0,04 persen rupiah. Beberapa mata uang Asia juga naik, seperti won Korea Selatan 0,1 persen dan dolar Singapura 0,02 persen. Ironisnya, mata uang Asia lainnya justru terperosok ke zona merah.

Rinciannya, Baht Thailand melemah 0,26 persen, peso Filipina minus 0,19 persen, rupee India minus 0,17 persen, ringgit Malaysia minus 0,08 persen, dan yen Jepang minus 0,03 persen. Hanya dolar Hongkong yang bergerak stagnan.

Jika mata uang rupiah dan yuan menguat, sebaliknya mata uang utama negara maju kompak melemah dari dolar AS, dengan perincian dolar Australia melemah 0,09 persen, poundsterling Inggris minus 0,05 persen, rubel Rusia minus 0,05 persen, dolar Kanada minus 0,04 persen, franc Swiss minus 0,02 persen, dan euro Eropa minus 0,01 persen.

Saat dihubungi wartawan, Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra menginformasikan, nilai tukar rupiah terkena imbas sentimen positif kesepakatan dagang fase pertama antara AS-Tiongkok. Kesepakatan kedua negara membuat dolar AS dan bursa saham Negeri Paman Sam menguat.

Menurutnya, rupiah terbantu menguat lantaran sentimen positif itu. Sehingga, sentimen damai AS-Tiongkok tetap memberikan optimistis terhadap pelaku pasar, sekalipun Presiden AS Donald Trump sejatinya tidak menarik tarif bea masuk impor terhadap produk-produk dari Tiongkok.

Berbagai kebijakan tarif itu baru akan dilepas bila kedua negara sudah selesai menyepakati perjanjian dagang fase kedua. Adapun kabar representatif yang berembus sejuk, menguatkan jika kesepakatan dagang fase kedua akan dilangsungkan usai Pemilu AS jelang akhir 2020.

Untuk itu, ia memprediksi mata uang “Garuda” akan terkerek ke rentang Rp 13.600-Rp 13.700 per dolar AS pada hari ini.

Sekadar diketahui, perselisihan antara Indonesia dengan Tiongkok soal wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) tersebut, bermula ketika kapal pencari ikan dan coast guard milik Tiongkok berlayar di kawasan perairan Natuna, yang berdasarkan Konvensi United Nations Convention on The Law of The Sea (UNCLOS) 1982 masuk dalam ZEE Indonesia.

Guna menjaga keamanan, TNI dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI kala itu terus disiagakan di Natuna yang masuk dalam Provinsi Kepulauan Riau untuk memantau kondisi di sana.

Setelah perdebatan itu, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo responsif berkunjung ke Kabupaten Natuna, Riau pada Rabu 8 Januari 2020 lalu.

Komentar

Rekomendasi

Pria Gondrong yang Ngamuk di Sekolah Sambil Sebut Nama Menhan ‘Disidang’ Relawan Prabowo

Sinergi bersama Telkom Group, Telkomsel Dukung Gerakan #IndonesiaButuhAnakMuda

Bawa-bawa Nama Prabowo, Pria Ini Ngamuk di Sekolah karena Tak Dikasi Duit

Istimewanya HUT ke-60 Barru: Menteri, Gubernur, Pangdam, Kapolda hingga Ketua DPRD Hadir

Usia 63 Tahun, Astra Terus Kobarkan Semangat Kurangi Plastik

Lamaran Mewah Anak Pejabat, Mahar Kawinnya Fantastis

Prodia Buka Pemeriksaan Gratis untuk Millenial

Anggota DPR RI ini Lamar Kekasihnya dengan Mahar 12,5 Hektar Penuh Nikel dan Puluhan Ternak

Larry Tesler Penemu Cut dan Copy Paste di Komputer Meninggal Dunia

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar