Sebelumnya, Anggota DPR RI Komisi I, Muhammad Farhan menyampaikan informasi terkait protes diplomatik China di Laut Natuna tentang pengeboran minyak dan gas alam yang dilakukan Indonesia.
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa China harus menghormati negara-negara yang ada di Asia Tenggara, termasuk negara Republik Indonesia.
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dijuluki seperti macan ompong setelah adanya ejekan dari media Malaysia yang menyinggung Indonesia ciut oleh China di Laut Natuna Utara.
Eks sekretariat BUMN, Muhammad Said Didu menyoroti pemberitaan terkait dugaan adanya kapal perang China yang menyusup ke Indonesia. Diketahui, kapal China tersebut Mondar-mandir di
Sebanyak 243 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China, berhasil dipulangkan ke Tanah Air oleh Tim Pemulangan Pemerintah RI, Minggu, 2 Februari 2020.
Deputi V Kantor Staf Presiden Jaleswari Pramodhawardani menyampaikan, pihaknya menilai wajar jika kapal China masih terus berdatangan ke Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia di perairan Natuna pasca-kunjungan Presiden Joko Widodo ke wilayah itu.Sebab, memang sejak awal ada perbedaan pandangan antara Indonesia dan China.Menurut Jaleswari, Pemerintah Indonesia berpegang pada United Nations Convention on The Law of The Sea (UNCLOS) 1982 yang menyatakan wilayah itu adalah bagian dari ZEE Indonesia.Sementara, China berpegang pada Nine-Dash Line atau sembilan garis putus-putus yang diklaim oleh China sebagai batas teritorialnya."Jadi soal klaim-klaim dan lain-lain, sepanjang Indonesia dan China tidak pernah satu ukuran untuk melihat klaim itu, tidak akan bertemu