Tanggapi Demokrat Disebut Partai Keluarga Cikeas, Ketum AHY: Apa Salahnya?

Terkini.id, Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) heran mengapa partainya disebut Partai Keluarga oleh berbagai pihak.

AHY merasa tak ada yang salah meski keluarga Yudhoyono menjadi petinggi pada partai tersebut.

Oleh karena itu, AHY mengherankan sebutan yang disematkan pada partainya.

Baca Juga: SBY Rayakan Idul Fitri 1442 H Bersama Keluarga

“Apa salahnya keluarga Yudhoyono dalam Partai Demokrat? Ada yang salah enggak?” kata AHY di Jakarta, Kamis, 15 April 2021 mengutip dari Tempo.

Lebih lanjut, AHY menceritakan kronologi perihal kongres 2020 dimana dirinya terpilih menjadi pemimpin partai bintang mersi itu.

Baca Juga: Minta Maaf kepada Palestina, Andi Arief: Pemerintah Kami Tidak Terlalu...

Pada saat itu, kongres tersebut membuka peluang bagi siapa pun untuk mencalonkan diri. 

Namun, kata AHY, hanya dia yang mendaftar sebagai calon ketua umum.

Tak hanya itu, ia juga kembali menegaskan perihal tudingan ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bukanlah pendiri Partai Demokrat.

Baca Juga: AHY Kecam Tindakan Anarkis Pasukan Bersenjata Israel di Masjid Al-Aqsa

Suami dari Anissa Pohan ini mengatakan bahwa secara faktual memang pendiri Partai Demokrat.

Walaupun demikian, AHY menyebut SBY tak pernah meminta dikultuskan. 

“Tapi kader semuanya tahu siapa yang mendirikan, dan babak kedua membesarkan partai,” ucapnya.

Jayanya Partai Demokrat tak bisa dipungkiri berkat kerja keras SBY. 

AHY mengatakan, sewaktu SBY menangkan pemilu pada 2004, Demokrat belum banyak dikenal publik. 

Namun pada 2009, perolehan suara partai berlambang mercy ini meroket hingga 21 persen dengan 148 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat.

AHY kemudian mengatakan pada 2012-2013, Partai Demokrat kembali meredup karena sejumlah kader tersandung kasus korupsi.

Oleh karena, awalnya SBY tak ingin menjabat sebagai ketua umum karena ia rasa berat untuk membangkitkan lagi partainya.

“Akhirnya beliau ‘ya sudahlah demi amanah kader, saya turun gunung’, menyelamatkan Partai Demokrat melalui KLB 2013, menerima sebagai ketua umum tapi juga tetap menunjuk seorang ketua harian ketika itu,” ujar AHY.

Bagikan