Tanggapi Hastag Stop Bayar Pajak, Sri Mulyani: Siapa Kamu Nyuruh Kita

Tanggapi Hastag Stop Bayar Pajak, Sri Mulyani: Siapa Kamu Nyuruh Kita

R
Tasya Putri
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Beberapa waktu lalu sempat ramai hastag stop bayar pajak, belum jelas asal muasal mengapa hastag tersebut digaungkan.

Namun, ajakan tersebut sudah digemakan oleh Arief Poyouno politikus partai Gerindra pada saat Pilpres 2019 lalu.

Ajakan itu digaungkan lantaran ketua umum partai Gerindra Prabowo Subianto kalah dalam Pilpres 2019. Sehingga ada spekulasi bahwa ajang pesta demokrasi terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif.

Dia mengimbau kepada masyarakat yang memilih dan mendukung Probowo dan Sandi untuk tidak membayar pajak.

Dikutip dari CNN Indonesia, Arief menganggap hal itu merupakan bentuk dari penolakan hasil resmi pemilu yang diumumkan oleh KPU.

Baca Juga

“Tolak bayar pajak kepada pemerintahan hasil Pilpres 2019 yang dihasilkan oleh KPU yang tidak legitimate itu adalah hak masyarakat karena tidak mengakui pemerintahan hasil Pilpres 2019,” ujarnya kala itu.

Karena ramai kembali, Sri Mulyani Menteri Keuangan angkat bicara soal hastag tersebut. Menurutnya ajakan itu merupakan sikap tidak memiliki dan mencintai Indonesia, pajak merupakan instrumen yang digunakan untuk memperbaiki tanah air.

“Indonesia negara kita sendiri dan pajak mengurusinya. Hashtag nggak bayar pajak, berarti nggak ingin lihat Indonesia bagus,” ujarnya dalam Puncak Perayaan Hari Pajak, Selasa 19 Juli 2022.

Kemudian dia merasa geram dengan hastag yang beredar, lantaran uang pajak akan kembali ke masyarakat lagi.

Ini bisa dirasakan melalui pendidikan, layanan kesehatan, fasilitas infrastruktur seperti jalan umum dan tol yang dibangun pemerintah.

“Pajak juga yang anda nikmati, minum teh dan nasi goreng dimasaknya pakai LPG. LPG 3kg itu subsidi dari pajak, subsidi listrik, jalan raya juga dibangun dari pajak,” kata dia.

Sri Mulyani juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah membalas cuitan serta memberikan penjelasan. Artinya, mereka cinta dan peduli terhadap tanah air.

“Rasanya masyarakat yang counter, karena merasa memiliki Indonesia. Siapa kamu nyuruh-nyuruh kita gak bayar pajak, jangan terbiasa untuk nyalah-nyalahin orang lain,” pungkasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.