Menohok! Jawaban Anak Buah Menkeu Sri Mulyani untuk MPR: Anggaran untuk Rakyat Miskin

Menohok! Jawaban Anak Buah Menkeu Sri Mulyani untuk MPR: Anggaran untuk Rakyat Miskin

R
Ratna
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, JakartaAnak buah Sri Mulyani akhirnya buka suara setelah mencuat desakan pencopotan jabatan Menteri Keuangan, Sri Mulyani yang datang dari pimpinan MPR RI.

Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo tak tinggal diam dan segera merespons tuntutan pimpinan MPR tersebut. 

Secara khusus, Yustinus menyoroti kritikan pimpinan MPR yang menuding Sri Mulyani ingkar janji karena menurunkan slot anggaran MPR RI.

Yustinus menyampaikan bahwa, penurunan anggaran untuk MPR RI dilakukan karena APBN difokuskan untuk penanganan pandemi Covid-19, khususnya lonjakan varian delta.

Oleh sebab itu, dikatakan Yustinus bahwa refocusing anggaran dilakukan bukan hanya kepada MPR RI, melainkan seluruh kementerian/lembaga.

Baca Juga

“Seluruh anggaran kementerian/lembaga harus dilakukan refocusing 4 kali, tujuannya untuk membantu penanganan Covid-19 dikarenakan biaya rawat pasien yang melonjak sangat tinggi, akselerasi vaksinasi, dan pelaksanaan PPKM di berbagai daerah,” kata Yustinus dalam keterangan tertulisnya, mengutip Berita Politik RMOL, Rabu 1 Desember 2021.

Lebih lanjut, Yustinus menjelaskan, biaya rawat pasien Covid-19 melonjak dari Rp 63,51 triliun menjadi Rp 96,86 triliun. Tak hanya itu, akselerasi vaksinasi juga memakan biaya hingga Rp 47,6 triliun.

“Anggaran juga difokuskan membantu rakyat miskin dengan meningkatkan bansos, membantu subsidi upah para pekerja dan membantu UMKM akibat mereka tidak dapat bekerja dengan penerapan PPKM level 4,” jelasnya.

Kendati demikian, Yustinus menegaskan anggaran untuk pimpinan dan kegiatan MPR RI juga tetap didukung sesuai mekanisme APBN. 

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad secara buka-bukaan mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap sikap Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Fadel nampaknya tidak bisa menutupi kekesalannya terhadap Sri Mulyani yang dinilainya kerap memangkas anggaran MPR RI. Atas dasar itu, Fadel menegaskan permintaan pencopotan Sri Mulyani. 

“Kita juga punya tugas yang lain di masyarakat tetapi teman-teman semuanya tadi bersepakat meminta saya untuk menyampaikan hal ini dan kami pimpinan MPR bertanggung jawab terhadap pernyataan yang saya sampaikan ini,” ujar Fadel, Selasa 30 November 2021. 

“Bapak Bambang juga mengatakan tadi di sampaikan Pak Fadli kepada media nanti kita tanggung jawab bersama-sama. Jadi kita merasa kecewa, dengan berbagai sikap,” sambung Fadel.

Selain itu, Fadel juga menilai bahwa kebijakan dan program Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam menstabilkan keuangan negara, juga tidak terlalu bagus. 

Oleh sebab itu, menurut Fadel, desakan untuk copot Sri Mulyani dari jabatannya merupakan hal yang perlu dipertimbangan oleh Presiden Joko WIdodo.

“Di lain pihak tak disampaikan oleh teman-teman dari partai-partai disitu kita melihat berbagai kebijakan keuangan yang tidak perlu saya sampaikan di sini panjang lebar juga tidak bagus,” tandasnya.

Lebih lanjut, kata Fadel, dia juga mendapatkan banyak laporan dari para menteri yang mengeluhkan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam mengelola keuangan negara.

“Ada beberapa teman-teman juga menyampaikan konflik, konflik antara menteri dengan menteri keuangan sangat tajam di kabinet saat ini. Mereka semua menyampaikan dan semua yang hadir disitu pimpinan-pimpinan partai politik,” ujarnya. 

“Hanya ini kita minta agar presiden memberhentikan mencopot menteri keuangan karena tidak cakap dalam mengatur kebijakan pemerintahan yang ada,” lanjut Fadel.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.