Masuk

Tanggapi Kisruh Desa Wadas, Pendakwah Alfian Tanjung: Harus Disikapi Secara Perlawanan

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan pendakwah kontroversial Ustaz Alfian Tanjung ikut menanggapi soal kisruh antara aparat keamanan dan warga Desa Wadas Purwerojo, viral di media sosial.

Video Ustaz Alfian Tanjung menanggapi soal kisruh di Desa Wadas itu viral usai diunggah pengguna Twitter Ravispa_STB, seperti dilihat pada Minggu 13 Oktober 2022.

Dalam narasi cuitannya, netizen itu menyimpulkan pernyataan Alfian Tanjung dalam video tersebut dimana penceramah itu menyebut kejadian di Wadas bisa saja terjadi di desa-desa lain.

Baca Juga: Wadas Melawan Beri Penghargaan, Ganjar Pranowo Sebagai Gubernur Perusak Lingkungan

“Setelah Tragedi Wadas Mari bersiap Mari jaga Kampung kita masing-masing,” cuit netizen Ravispa_STB.

Adapun video Ustaz Alfian Tanjung menanggapi kisruh di Desa Wadas itu awalnya diunggah Alfian lewat kanal youtube miliknya.

Dilihat dari video berjudul ‘Tragedi Wadas Tertindas, Apa Sikap Kita’ tersebut, tampak Alfian Tanjung awalnya menanggapi sejumlah pemberitaan terkait situasi dan kondisi warga di Desa Wadas.

Baca Juga: Sindir Keras Alfian Tanjung, Pendeta Saifudin: Dia Tokoh Negara Kadrun dengan Jenggot Pancasila

Terkait sejumlah pemberitaan itu, Alfian Tanjung pun menyampaikan ke masyarakat bahwa apa yang terjadi di Desa Wadas sangat mencekam dan menakutkan.

Menurut Alfian, insiden yang terjadi di Wadas bisa saja terjadi juga di desa-desa lain di wilayah Indonesia.

“Buat seluruh warga Indonesia bahwa apa yang terjadi dalam bentuk insiden yang sangat mencekam, sangat menimbulkan ketakutan secara politik ini bisa terjadi di tempat lain,” ujar Alfian Tanjung.

Maka dari itu, Alfian menilai insiden di Desa Wadas harus disikapi secara hukum, kemasyarakatan, politik bahkan secara perlawanan.

Baca Juga: Nasib Ganjar Pranowo Ceramah di UGM Kena Spanduk Protes, Lari ke USU Diteriaki soal Desa Wadas

“Oleh karena itu, mari kita lihat ini sebagai sebuah situasi yang harus disikapi secara hukum, kemasyarakatan, politik dan secara perlawanan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Alfian Tanjung pun berharap situasi yang terjadi di Desa Wadas itu tidak diartikan oleh publik bahwa Indonesia saat ini sedang dijajah.

“Kita tidak ingin situasi ini mengartikan bahwa negeri kita sedang dijajah. Tentu tidak atau tentu bukan atau mungkin belum,” ujarnya.