Terkini.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, mengatakan jika warga Desa Wadas yang tidak setuju tentang proyek Bendungan Bener tidak memiliki pengaruh terhadap hukum, bahkan ketika menggugat sekalipun.
Mahfud mengklaim langkah pembangunan yang dilakukan pemerintah di Desa Wadas sudah benar.
Penolakan warga Desa Wadas terkait lahan pembangunan sudah sampai di ranah Mahkama Agung. Gugatan ini lantaran pihak yang teribat konflik agraria di Desa Wadas tidak menyetujui rencana pemerintah.
“Saya ingin tegaskan penolakan sebagian masyarakat itu tidak akan berpengaruh secara hukum, karena tidak ada pelanggaran hukum pada rencana pembangunan atau penambangan batu andesit di Desa Wadas,” kata Mahfud, dikutip dari laman Antara, Kamis 10 Februari 2022.
Terkait gugatan warga ke Mahkama Agung, ia mengatakan permintaan warga ditolak oleh majelis hakim dengan alasan pembangunan sudah benar.
- Mahfud MD Tegaskan Perpol 10 2025 Adalah Pembangkangan Terhadap Konstitusi
- Mahfud MD Enggan Terima Honor Saat Jadi Khatib di Masjid Al-Markaz
- Lewat Pantun di Kampanye Ganjar, Butet Kartaredjasa Sindir Jokowi: Ini Banteng-Banteng yang Dilukai, Siapa yang Melukai?
- Cak Imin: Kalau jadi Wapres Ga Ada Gunanya Ya Mundur!
- Mahfud MD Akan Kirim Tim Untuk Investigasi Dugaan Intimidasi yang Diterima Melki
“Artinya, program pemerintah itu sudah benar, sehingga kasusnya sudah lama inkracht atau berkekuatan hukum tetap,” kata Mahfud, dikutip dari laman Antara.
Mahfud menambahkan jika prosedur pembangunan sudah memenuhi syarat, dilihat dari dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) sudah di penuhi oleh pihak pengelolah.
Mahfud juga meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan beredarnya banyak video framing mengenai keadaan di Desa Wadas.
Sebelumnya, konflik agraria ini terjadi saat pengukuran lahan di Desa Wadas. Warga yang tidak terima melakukan penolakan, namun pihak aparat melakukan tindakan represif dalam pengamanan sehingga gejolak mulai muncul.
Aparat mengamankan puluhan warga yang diduga pemicu keributan, hingga kejadian ini banyak dikatkan dengan pemerintah.
Situasi di Wadas normal dan kondusif, kata Mahfud, setelah mendengar laporan dari pejabat utama Mabes Polri, Mabes TNI, Kemendagri, Kementerian PUPR, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng, Pangdam Diponegoro, dan Kabinda Jateng.
Dengan adanya laporan itu ia meminta warga untuk tetap tenang dan jangan terprovokasi oleh keadaan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
