Terkini.id, Jakarta – Erick Thohir yang merupakan menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akhirnya buka suara menanggapi pelaporan dirinya terkait bisnis PCR di Tanah Air.
Erick bahkan dengan tegas mengatakan bahwasanya dirinya akan datang memenuhi panggilan tersebut.
Selain itu, ia juga menyinggung oknum-oknum tertentu yang hanya ingin mengotori negeri ini dengan tak ingin melihat Indonesia maju.
“Tahu (dilaporkan ke KPK) dan saya yakin dan saya tidak stop di situ,” tegas Erick Thohir dalam acara Kick Andy Show, dikutip terkini.id via Voi pada Senin, 15 November 2021.
“Belum, saya pasti akan ada komunikasi karena saya akan datang. Kita ini kan individu yang harus taat pada hukum.”
- Hasil Drawing ASEAN U-23 Championship Mandiri Cup 2025, Indonesia Satu Grup dengan Malaysia
- 3 Pemain Resmi Jadi WNI, Tambah Kekuatan Timnas Indonesia Jelang Lawan Australia dan Bahrain
- Shin Tae-yong Pamit: Warisan dan Harapan untuk Piala Dunia 2026
- Eksperimen PSSI: Mampukah Patrick Kluivert Menjawab Ekspektasi?
- Shin Tae-yong Dipecat: Evaluasi Kinerja atau Konflik Tak Terlihat?
Erick mengaku tak gentar dengan laporan tersebut. Sebab, menurutnya, dugaan keterlibatan dirinya dalam bisnis PCR hanyalah fitnah yang tidak memiliki data-data konkret dan tak dapat dibuktikan secara hukum.
“Itu bagian dari demokrasi (pelaporannya) yang harus kita hadapi, tetapi tentu semua pengaduan harus didasarkan dengan bukti.”
Kendati demikian, Erick mengatakan belum terpikirkan untuk melaporkan balik pihak yang menuding dirinya terlibat dalam bisnis PCR jika nantinya laporan itu tidak terbukti.
“Saya rasa hak-hak demokrasi berlaku dua arah. Dan ini bagian tadi, membangun responsibility untuk semua pihak. Karena apa? Negara kita menuju pada kebangkrutan yang luar biasa kalau hanya dikotori oleh oknum-oknum kecil yang ingin memang Indonesia tidak mau maju, saya belum terpikirkan sampai situ (laporan balik) karena ini bagian dari demokrasi.”
Terlebih, menurut Erick, saat ini kepercayaan publik sudah sangat baik terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hal itu pun membuatnya yakin penegak hukum akan melakukan pengecekan ulang untuk mengetahui kebenaran laporan atas dirinya tersebut.
“Saya yakin pihak kejaksaan, kepolisian, dan KPK mendapat pengaduan itu pasti dia akan mengkroscek siapa yang mengadukan,” ungkapnya.
“Punya enggak track record benar dalam perjuangan korupsi atau sekadar meng-create publisitas dan konflik.”
Selain itu, Erick menambahkan bahwa Kementerian BUMN di bawah kepemimpinannya selalu transparan dalam memberikan laporan harta kekayaan kepada KPK.
Bahkan, seluruh direksi dan komisaris katanya turut melaporkan dengan jelas, termasuk perusahaan holding atau anak perusahaan BUMN wajib lapor kekayaan ke KPK.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
