Tanggapi Pendukung UAS Singgung Tragedi 11 September untuk Ancam Singapura, Chusnul: Mereka Memalukan Islam dan Indonesia

Terkini.id, Jakarta- Pegiat media sosial Chusnul Chotimah menanggapi pendukung UAS (Ustaz Abdul Somad) yang menyinggung Tragedi 11 September untuk ancam Singapura. 

Menurut Chusnul, tindakan yang dilakukan pendukung UAS telah memalukan Islam dan Indonesia. 

“Beginilah aslinya Kadrun, bikin malu Islam, bikin malu Indonesia,” tulis Chusnul dalam akun Twitter pribadinya, Selasa 24 Mei 2022. 

Baca Juga: Chusnul Sebut HRS dan Kadrun Pernah Haramkan Pilih Nasdem dan...

Lantas Chusnul dalam unggahannya menilai pendukung UAS tersebut merupakan sampah agama dan bangsa.

“Makanya dari dulu saya katakan mereka ini sampah agama dan bangsa,” ujar Chusnul. 

Baca Juga: Ditolak di Jonggol, UAS: Itu Orang Segilintir

Lebih lanjut, Chusnul mengatakan jika mereka dapat berkuasa tidak hanya Indonesia yang menjadi rusak tapi dunia juga. 

“Kalau merekan berkuasa, bukan hanya Indonesia yang dibikin rusak, dunia juga,” terangnya. 

Chusnul menyebutkan salah satu biang peristiwa pengancaman Singapura oleh pendukung UAS dengan menyinggung tragedi 11 September dikarenakan Polri melemah. 

Baca Juga: Ditolak di Jonggol, UAS: Itu Orang Segilintir

“Ini juga karena Iemahnya @CCICPolri bikin mereka makin jadi,” pungkasnya.

(Twitter/@ChusnulCh)

Sementara itu, pihak Menteri Dalam Negeri Singapura K Shanmugam mengatakan, pendukung Abdul Somad mengancam negaranya dengan menyinggung tragedi serangan 11 September di Amerika 2001, sebagaimana dilansir dari CNN Indonesia. 

Diketahui, tragedi 11 September merupakan aksi bunuh diri teroris membajak dan menabrakkan pesawat ke gedung World Trade Centre (WTC). Tragedi tersebut menewaskan 2.996 orang pada 11 September 2001. 

Ancaman tersebut muncul usai media sosial Kedutaan dan Perdana Menteri Singapura banjir kecaman dari warganet yang mendukung UAS. Shanmugam mengaku tidak akan mengabaikan ancaman tersebut.

“Paralel dengan [serangan] 9/11, paralel dengan [pemikiran] Singapura yang dipimpin orang non-Islam dan bahwa Singapura harus diserang, kepentingan Singapura harus diserang,” kata Shanmugam menirukan pernyataan pendukung UAS, seperti dikutip Channel News Asia.

“Jadi saya tidak akan meremehkan komentar tu,” lanjutnya.

Sebagaimana dilaporkan media kutipan terkini.id, unggahan di media sosial tersebut kemudian dihapus dan akun telah dinonaktifkan. 

Bagikan