Tangkal Hoax Jelang Pemilu, Kominfo RI Bentuk Satgas Media Sosial

Kominfo RI
Kasubdit Informasi dan Komunikasi Politik Kominfo RI Hypolitus Layanan

Terkini.id, Makassar – Dalam rangka mendorong partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 di April mendatang, Kementerian Komunikasi (Kominfo) RI menggelar Forum Partisipasi Pemilih Pemula dan Perempuan, Rabu 20 Maret 2019.

Berlangsung di Audiotorium Baruga Universitas Hasanuddin (Unhas), forum sosialisasi tersebut mengusung tema “Suara Kita Menentukan Masa Depan Bangsa.”

Hadir sebagai narasumber di antaranya, Anjakstra Bidang Pengembangan Bela Negara Dewan Ketahanan Nasional, Kolonel Inf Judi Paragina Firdaus, Kasubdit Informasi dan Komunikasi Politik Kominfo RI, Hypolitus Layanan, Pakar Riset dan Metodologi, Otho Hadi, Pembina Assosiasi Media Digital Indonesia, Ahmed Kurnia, dan Komisioner KPUD Kota Makassar, Endang Sari.

“Sesuai RPJM 2015-2019 target partisipasi pemilih pemula secara nasional 77,5%. Untuk mencapai target itu kami Kominfo dengan KPU melakukan strategi komunikasi pemilih pemula melalui branding di media sosial dan bekerjasama dengan perguruan-perguruan tinggi terkemuka di Indonesia,” kata Kasubdit Informasi dan Komunikasi Politik Kominfo RI Hypolitus Layanan, saat ditemui di lokasi kegiatan.

Hypolitus juga mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya telah membentuk Satgas Media Sosial sebagai strategi komunikasi di media sosial guna mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2019 mendatang.

“Target kami adalah masyarakat jangan golput. Kenapa jangan golput, karena kalau kita golput otomatis kita sendiri tidak memberi kontribusi kepada bangsa dan negara, bagaimana nantinya mau menuntut ke negara kalau kita sendiri tidak memberi kontribusi apa-apa ke negara,” tegasnya.

Tugas utama Satgas Media Sosial

Terkait tugas Satgas Media Sosial yang dibentuk oleh Kominfo, Hypolitus menjelaskan jika tugas utama dari Satgas tersebut adalah menangkal informasi berita palsu alias hoax yang berseliwiran di media sosial.

“Jadi kami dari Kominfo bekerjasama dengan beberapa kementerian membuat konten-konten berupa meme dan infografis untuk memberikan edukasi kepada publik. Di Kementerian Kominfo sendiri kami punya alat yang namanya mesin scrooling internet yang mengidentifikasi konten-konten bersifat negatif, seperti pornografi,” ungkap Hypolitus.

“Kemudian yang kedua kami menyiapkan situs anti hoax, www.turnbackhoax.id. Dan satu lagi upaya kami dari Kominfo, dimana masyarakat bisa membuat aduan ke website kominfo.id jika menemukan konten-konten yang bersifat hoax,” lanjutnya.

Sejauh ini, kata dia, Kominfo telah memblokir sebanyak 961.456 akun, berdasarkan data tahun 2018.

“Dominan akun itu menyebarkan konten pornografi dan pornoaksi,” pungkasnya.

Komentar
Terkini
Pilpres

Tugas TKD Jokowi-Ma’ruf Sulsel Resmi Berakhir

Terkini.id -- Tugas Tim Koalisi Daerah (TKD) Jokowi-Ma'Provinsi Sulawesi Selatan resmi berakhir, sejak, Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) ditetapkan sebagai pasangan presiden dan wakil presiden