Tarung Jalanan dan Fakta Penyebab Dibaliknya

Terkini.id, Makassar – Berbagai masalah sosial muncul di tengah masyarakat selama pandemi Covid 19. Sebut saja tarung jalanan yang baru-baru ini viral di sosial media.

Dalam tangkapan video berdurasi hampir satu menit yang diterima penulis melalui pesan berantai melalui whats up. 

Awalnya, terlihat dua orang paruh baya yang berada di sebuah tanah lapang. Usai aba-aba yang terdengar, keduanya langsung bertarung dengan tangan kosong.

Baca Juga: Bangkitkan UMKM di Tengah Pandemi, Phinisi Point Helat Bazaar Food,...

Banyak orang yang menyaksikan aksi duel di malam hari itu. Penonton berkerumun membentuk formasi lingkaran, layaknya menonton sabuk ayam.

Adu pukulan berlangsung selama puluhan detik. Hingga akhirnya salah satunya mulai lelah. 

Baca Juga: Gowa Kembali Terima Bantuan Penanganan Covid-19, Kali Ini dari BPJS...

Kemudian terdengar suara seseorang yang mengenakan jaket untuk memberi sinyal jika ingin menyerah. Tugas dia layaknya wasit yaitu memandu duel. Selain itu, menahan orang-orang untuk memisahkan mereka.

Mengetahui hal itu, Polisi langsung bergerak seiring duel jalanan itu tergolong ilegal. Hanya berselang beberapa hari usai tangkapan video itu beredar, puluhan orang langsung ditangkap.

Terungkap fakta, ternyata pertarungan itu melibatkan anak di bawah umur. Berduel karena tergiur hadiah berupa uang tunai yang ditawarkan pelaksana bagi pemenang.

Baca Juga: Bos BI Beberkan Resep Manjur Pemulihan Ekonomi China dan AS,...

Mirisnya, ada yang tertarik karena ingin menyalurkan hobinya. Seperti yang dikutip dalam artikel sejumlah pemberitaan.

Penulis kemudian melakukan analisis mendalam untuk mengungkap fakta dibaliknya. 

Banyak faktor yang menjadi pemicu. Dalam lingkup internal keluarga, bisa saja disebabkan kurangnya interaksi komunikasi.

Anak akhirnya merasa kurang perhatian dan berakhir melakukan hal-hal negatif.

Rosnandar (1992;4) mendefenisikan komunikasi keluarga adalah proses penyampaian pernyataan atau pesan komunikasi kepada anggota keluarga.

Tujuannya, untuk mepengaruhi atau membentuk sikap sesuai isi pesan yang disampaikan bapak atau ibu sebagai komunikator. 

Pandangan lainnya dari Idris Sardy (1992;2). komunikasi keluarga pada hakekatnya adalah suatu proses penyampaian pesan bapak atau ibu sebagai komunikator kepada anak-anak sebagaikomunikan tentang norma-norma atau nilai-nilai yang berlaku dalam keluarga dengan tujuan keutuhan dan pembentukan keluarga yang harmonis. 

Sedangkan pemahaman Komunikasi Keluarga menurut Evelyn Suleman (1990: 34) adalah bahwa komunikasi keluarga merupakan penyampaian pesan-pesan komunikasi dalam keluarga sebagai suatu proses komunikasi yang dilancarkan antara bapak, ibu serta anak-anaknya antara lain seperti masa depan anak, pekerjaan anak, pendidikan anak dan pengeluaran rumah tangga.

Dari pemaparan sejumlah ahli itu, dapat disimpulkan penyebab sebagian besar anak terjerumus masalah sosial. Sebagai akibat kurangnya komunikasi yang efektif dilakukan dari orangtua untuk anaknya. 

Ditinjau pengertian komunikasi yang efektif menurut ahli, David K. Berlo dalam buku The Process Of Communication.

Komunikasi efektif adalah pertukaran informasi, ide, perasaan yang menghasilkan perubahan sikap sehingga terjalin sebuah hubungan baik antara pemberi pesan dan penerima pesan. Pengukuran efektivitas dari suatu proses komunikasi dapat dilihat dari tercapainya tujuan di pengirim pesan.
 
Hal ini menjelaskan bahwa memang sebagian besar orangtua kurang melakukan komunikasi tentang kemungkinan anak terlibat dalam perkelahian.

Sehingga mereka terdorong untuk bertindak sesuka hati dan tanpa mengetahui atau memahami bahaya dalam keterlibatan masalah. 

Ketika anak kekurangan waktu atau kesempatan berkomunikasi dan berinteraksi dengan orangtua. Anak akan lebih memilih untuk mencari perhatian diluar rumah, contohnya dengan bermain dan bergaul dengan teman-temannya. 

Tanpa disadari bahwa pergaulan yang diciptakan anak tanpa pengawasan orangtua adalah hal yang fatal dan berdampak besar bagi kehidupan anak ke depannya. 

Peranan orangtua dalam membantu anak menentukan cita-cita dan tujuan hidupnya adalah hal yang diharapkan penting menjadi prioritas orangtua. 

Karena masa depan anak yang cemerlang dihasilkan dari perannan orangtua yang mampu membentuk akhlak yang baik dalam kehidupan anak. 

Pendidikan anak juga hal terpenting yang perlu diperhatikan orangtua. Menyusul dalam pendidikan, anak akan lebih mempermudah orangtua untuk membentuk kepribadian anak yang baik dan bermoral.

Akan tetapi, orangtua kurang mengambil waktu dan kesempatan dalam mengkomunikasikan hal tersebut dalam keluarga. Demikianlah yang menjadi penyebab tarung jalanan di Makassar.  

Saran penulis kepada orang tua. Jangan terpaku pada tempat dalam berkomunikasi dengan anak.

Selain itu, jangan terlalu menghiraukan tentang waktu yang tepat untuk berkomunikasi dengan anak.

Sikap yang diambil dengan berkomunikasi di setiap keadaan dan kesempatan yang disesuaikan. Kurangnya pengawasan orangtua membuka peluang besar agar anak terjerumus pada hal-hal yang berbau negatif.

Bagikan